-->

Welcome!

I am John Doe Web Designer Photography

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts

IP to DNS Mikrotik | Konfigurasi DNS Server Mikrotik

A. Pendahuluan.
Mengubah IP ke Domain pada Mikrotik digunakan fitur yang namanya DNS (Domain Name System). 
B. Latar Belakang.
Mengubah IP Address ke Domain dengan menggunakan DNS Server pada Mikrotik.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membuat DNS Server untuk mengubah IP ke Domain.
D. Pembahasan.
DNS (Domain Name System) adalah sistem yang digunakan untuk menyimpan nama domain yang diubah menjadi IP Address atau sebaliknya pada Jaringan Komputer. Atau bisa disebut sebagai penerjemah atau pengubah IP Address ke Domain pada pada Jaringan Komputer.

DNS Zone :
Forward Lookup : Pemetaan dari Domain diubah ke IP Address.
Konsep : DNS merubah Domain ke IP Address.
Contoh : firdamaulana.net ==> 36.8.96.9

Reverse Lookup : Pemetaan dari IP Addres diubah ke Domain.
Konsep : DNS merubah IP Addres ke Domain.
Contoh : 36.8.96.9 ==> firdamaulana.net

Langkah Konfigurasi :
  1. Set DNS Server pada Mikrotik dengan Perintah.
    ip dns set servers=(IP Address DNS) allow-remote-requests=yes
  2. Setting Convert IP Address ke Domain pada fitur DNS Server di Mikrotik.
    ip dns static add name=(Nama Domain) address=(IP Address yang di arahkan ke domain).
  3. Tambahkan DNS Server pada Client agar bisa melookup Domain yang baru dibuat tadi. pada OS Linux gunakan Perintah :
    sudo echo nameserver (IP Address DNS) >> nano /etc/resolv.conf
    Pada OS Windows gunakan cara Setting di Network Adapter >> IPv4 >> Set DNS Server.
  4. Terakhir Test PING pada Terminal atau CMD ketik perintah:
    ping (Nama Domain)
Jika sudah berhasil semua maka IP Address ke Domainnya berhasil untuk di lookup. Dan itulah Fungsi DNS Server fitur.
E. Kesimpulan.
DNS untuk mentranslasi dari IP Address ke Domain atau sebaliknya, untuk mempermudah Request Client ke Server.
F. Referensi.
    -

Setting Web Proxy di Mikrotik | Blokir HTTP dengan Web Proxy Mikrotik

A. Pendahuluan.
Untuk membuat sebuah situs atau website dengan protokol HTTP bisa dilarang atau di block digunakan sebuah fitur di Mikrotik yaitu Web Proxy.
B. Latar Belakang.
Untuk memblockir sebuah situs dengan Protokol HTTP.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membatasi penyalahgunaan Internet. 
D. Pembahasan.
Proxy merupakan sebuah dinding aplikasi yang menjembatani antara Server dan Client, agar Client tidak langsung terhubung ke Server. Sedangkan Web Proxy merupakan Aplikasi pada Mikrotik yang digunakan untuk Server Proxy yang nantinya digunakan untuk dinding pembatas antara User Browser dengan Web Server.

Fungsi Web Proxy :
  • Caching, Mikrotik bisa melakukan cache pada beberapa Web Content yang sudah pernah di akses sebelumnya untuk disimpan di memori Mikrotik agar nanti jika ada permintaan dari Client dengan layanan Web yang sama Client tidak meminta lagi langsung ke Server.
  • Filtering, Dapat digunakan untuk membatasi daripada akses pada konten-konten tertentu yang dianggap terlarang yang diminta oleh Client.
  • Connection Share, Meningkatkan keamanan Jaringan karena Web Server membatasi antara Web Server dengan Client yang ada di Jaringan.
Kebutuhan Resource :
Ketika Filtur Web Proxy diaktifkan Service Web Proxy akan membebani Resource daripad CPU oleh karena itu untuk CPU harus diperhatikan ketika mengaktifkan fitur Web Proxy. Pada Web Proxy akan membuat HTTP Request baru, dan itu akan membebani CPU, jika CPU tebebani akan mengakibatkan Mikrotik Hang dan Koneksi Jaringan akan terhambat.

Cara Kerja  :
Mikrotik mengarahkan semua request ke port 80 atau HTTP ke port Web Proxy misalnya 8080, menggunakan Firewall Redirect NAT yang ada di Mikrotik. Lalu dari pengarahan dari port 80 ke 8080 tadi Proxy memproses request Client tadi apakah harus di Filter atau diteruskan dan selain itu nanti ada proses caching pada Request tersebut. 

Membuat Web Proxy :
  1. Pertama buat Firewal NAT redirect dari port 80 ke port yang digunakan Web proxy misal 8080, Hal ini digunakan untuk mengarahkan semua permintaan akses ke port 80 atau HTTP. Pada IP >> Firewall >> NAT, Dengan Chain dstnat, Protokol 6 tcp, dst. port 80, In Interface (Paket masuk yang berasal dari Client), Action Redirect, To Port 8080 (Port Web Proxy).
  2. Setelah itu buat atau Aktifkan Web Proxy, Pada IP >> Web Proxy. Checklist Enable untuk mengaktifkan Web Proxy, Port sesuka kalian bisa pakai 8080, Cache Admin (Email admin), Checklist cache on disk. Setelah itu Klik Access tambahkan situs atau keyword apa yang mau di Filter.

  3.  Terakhir Check Situs atau Keyword yang diFilter tadi jika Berhasil akan muncul Seperti dibawah ini.

Untuk Web Proxy itu bisa memblokir situs dengan protokol HTTP atau port 80 jika protokol HTTPS belum bisa. Web Proxy juga dapat sebagai caching situs mana yang pernah diakses nantinya jika ada Client yang minta situs yang sama tidak merequest ke Server lagi dari awal.
E. Kesimpulan.
Web Proxy selain untuk memfilter juga dapat meningkatkan keamanan Web Server serta sebagai Caching pada Mikrotik untuk setiap lalu lintas menuju ke Web Server.
F. Referensi.
    -

DHCP Server Mikrotik | Konfigurasi DHCP Server

A. Pendahuluan.
Memanegement IP Address akan lebih mudah dengan menggunakan DHCP Server agar lebih efisien dan Cepat karena Terpusat pada Router Mikrotik dalam pemanagement IP Address.
B. Latar Belakang.
Untuk membuat IP Dynamic dan mempermudah management IP Address menggunakan Mikrotik.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar dapat memanagement IP Address menggunakan Mikrotik.
D. Pembahasan.
DHCP Server merupakan sebuah layanan pada MikroTik yang berfungsi sebahai penyedia IP Address dan informasi TCP lainnya yang nantinya akan diminta atau diakses oleh Client. DHCP digunakan untuk mempermudah client untuk mendapatkan IP Address dengan sistem dynamic. Konsepnya Client Minta IP Address dan server akan mencari IP Address yang belum digunakan dan lalu diberikan ke Client.

Proses yang terjadi pada layanan DHCP :
  1. IP Least Request Komputer client meminta alamat IP ke server
  2. IP Least Offer DHCP server yang memiliki list alamat IP memberikan penawaran kepada komputer client
  3. IP Lease Selection Komputer client memilih/ menyeleksi penawaran yang pertama kali diberikan DHCP, kemudian melakukan broadcast dengan mengirim pesan bahwa komputer client menyetujui penawaran tersebut
  4. IP Lease Acknowledge Pada tahap ini DHCP server menerima pesan tersebut dan mulai mengirim suatu paket acknowledge kepada client.
Langkah - langkah Konfigurasi :

  • Pada Mikrotik disini menggunakan CLI untuk konfigurasi DHCP. Pertama Ketik 
    ip dhcp-server setup
    
    dhcp server interface : (isi interface yang digunakan)
    dhcp address space : (isi Network ID Jaringan dan subnetnya yang 
                         akan digunakan untuk IP Address pada jaringan tsb.)
    
    gateway for dhcp network : (isi IP Addres Mikrotik)
    
    address to give out : (isi IP Range yang akan diberikan ke Client)
    
    dns servers : (isi DNS Server yang digunakan oleh ISP)
    
    lease time : (isi Berapa lama waktu yang digunakan untuk IP lease)
  • Kalau sudah tinggal check pada Client jika menggunakan OS Linux gunakan perintah "ifconfig", sedangkan OS Windows gunakan perintah "ipconfig".

E. Kesimpulan.
DHCP Server digunakan untuk memanagement IP Address yang nantinya didistribusikan ke Client
F. Referensi.
    -

Apa itu EoIP? | Konsep dan pengertian EoIP

A. Pendahuluan
Menggabungkan dua router dengan bridging dapat dilakukan menggunakan protokol EoIP yang dimiliki Mikrotik.
B. Latar Belakang
Untuk memahami tunneling dengan metode EoIP pada Mikrotik.
C. Maksud dan Tujuan
Agar bisa memahmi konsep dan cara kerja EoIP pada Mikrotik.
D. Waktu Pelaksanaan
+-10 Menit.
E. Pembahasan
EoIP (Ethernet over Internet Protocol) Tunnel adalah protokolt yang digunakan untuk membuat tunnel antara dua router yang kerja menggunakan IP. EoIP digunakan sebagai interface Ethernet tunnel pada dua buah router. Bridging diaktifkan oleh router, Semua lalu lintas Ethernet akan dilewatkan sama seperti interface Ethernet fisik dan kabel antara dua router.

Pemanfaatan EOIP Tunnel :
  • Untuk bridging LAN melalui media internet.
  • Bridging LAN tunnel yang telah ter-enkripsi.
  • Bridging LAN melalui media wireless network.
Keuntungan EOIP :
  • Dapat Komunikasi jaringan jarak Jauh dimana jaringan tersebut menggunakan satu segment yang sama seperti dalam satu jaringan.
  • Walaupun jaringan yang menggunakan EoIP melewati beberapa router tidak akan ada masalah.
  • Lebih efisien
Kerugian EOIP : 
  • Bisa terbacanya lalu lintas jaringan karena melewati banyak router.
F. Kesimpulan
EoIP digunakan untuk membuat jalur pribadi pada dua buah jaringan yang berbeda lokasi.
G. Referensi
     -

Menggabungkan interface Mikrotik agar Satu Segment | Bridge Mikrotik konfigurasi

A. Pendahuluan
Bridge dibutuhkan sebagai penjembatan langsung untuk sebuah Jaringan. Bridge digunakan untuk membuat beberapa port dengan 1 segment yang sama.
B. Latar Belakang
Memanfaatkan dan memanegemen port pada mikrotik.
C. Maksud dan Tujuan
Agar bisa melakukan Bridge port pada mikrotik.
D. Waktu Pelaksanaan
-+ 5 menit
E. Pembahasan
Bridge adalah metode yang digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN (Local Area Connection) dengan jaringan LAN yang lain. kelebihannya, dapat mengbungkan port jaringan atau interface jaringan yang berbeda. Pada OSI (Open System Interconnections) Bridge bekerja pada bagan Data-link atau OSI Layer ke 2, sehingga bridge dapat menghubungkan jaringan dengan cara mentransmisi access control Jaringan yang berbeda.

Langkah - langkah :
  • Interface Bridge, Lalu tambahkan Bridge.              
  • Tambahkan port atau interface yang akan di Bridge.
Catatan :
"Interface = Port yang akan dibridge"
"Bridge =  Pilih bridge yang dibuat"
   
Interface Wlan1                                      Interface Port 1
G.Hasil yang Didapatkan
Dapat melakukan bridge port atau interface pada mikrotik yang bertujuan untuk membuat port -port tersebut menjadi satu segment.
F. Kesimpulan
Bridge dibuat untuk menggabungkan 2 atau lebih port atau interface agar bisa menjadi satu segment pada jaringan.
I. Referensi
    -

Kode Mikrotik? | Maksud Kode pada Mikrotik

A. Pendahuluan
     Pada dasarnya semua Produk pada Mikrotik akan ada kode dan Kode itu akan menjadi identitas sebuah produk dari Mikrotik apa kode pada Mikrotik itu?.
B. Latar Belakang
     Mungkin banyak orang masih bingung apa lagi orang yang baru mengenal Mikrotik apa maksud kode yang tertera pada produk Mikrotik tersebut.
C. Manfaat dan Tujuan
     Agar dapa mengerti dan paham maksud kode Produk pada semua produk Mikrotik.
D. Pembahasan
   Kode Produk pada Mikrotik memiliki arti tersendiri. Kadang kita tidak paham mengenai apa maksud dari arti nama kode produk pada Mikrotik. Padahal Product Code Mikrotik ini sangat penting untuk diketahui jika kita ingin membeli perangkat Mikrotik.
Contoh Product Code Mikrotik RB750, RB751Ui-2HnD, RB951G-2HnD, RB912UAG – 2HPND, RB2011UiAS-IN, CCR1009-8G-1S-1S+, CRS226-24G-2S+RM, dll.


Mikrotik RouterBoard 750 
   Dari contoh kode produk mikrotik tersebut kita bisa mengetahui tipe, jenis, spesifikasi perangkat dan pemasangannya. Bagaimana cara mengetahui arti product code Mikrotik? Mari kita bahas bersama pada Tutorial Mikrotik kali ini.

Penamaan pada RouterBoard Mikrotik sudah distandarkan, dengan format sebagai berikut :

<board name> <board features>-<built-in wireless> <wireless card features>-<connector type>-<enclosure type>
atau
<nama board> <fitur board>-<wireless bawaan> <fitur wireless card>-<tipe konektor>-<tipe wadah/casing>

Berikut ini penjelasan masing-masing parameter :
Board Name (Nama Board)
Sebagai contoh :
RB750
RB = RouterBoard
7 = Menunjukkan nama seri (700 series)
5 = Menunjukkan jumlah interface kabel (ethernet, SFP, SFP+)
0 = Menunjukkan jumlah interface wireless (mini PCI)
Jadi maksud dari RB750 tersebut adalah, produk RouterBoard seri 700, yang memiliki 5 buat interface ethernet dan tidak punya interface wireless.

Board Features (Fitur Board)
   Fitur board ini dituliskan langsung setelah nama board tanpa jeda spasi atau tanda strip. Berikut fitur board yang ada pada product kode Mikrotik :
U – USB 
P – daya injeksi dengan kontroler (PoE out) 
i – single injector port power tanpa kontroler (single PoE out) 
A – lebih banyak memori (dan level lisensi biasanya lebih tinggi) 
H – CPU lebih kuat 
G – Gigabit (mungkin termasuk “U”, “A”, “H”, jika tidak digunakan dengan “L”) 
L – Edisi light (ringan) 
S – Port SFP 
e – Ekstensi interface PCIe card 
x <N> – di mana N adalah jumlah core CPU (x2, x16, x36 dll) 
R – MiniPCI atau Slot MINIPCIe 

Built-in Wireless (Wireless Bawaan)
Jika board Mikrotik nya sudah dibekali dengan interface wireless bawaan, berikut format penamaan nya :

<band><power_per_chain><protocol><number_of_chains>
atau
<band frekuensi><singkatan power_per_chain><nama protocol><nomor chain>

Berikut penjelasan masing-masing parameter nya :
band 
5 = 5Ghz 
2 = 2.4Ghz 
52 = dual band 5Ghz and 2.4Ghz 

power per chain 
(Kosong) = “Normal” – <23dBm at 6Mbps 802.11a; <24dBm at 6Mbps 802.11g 
H = “High” – 23-24dBm at 6Mbps 802.11a; 24-27dBm at 6Mbps 802.11g 
HP = “High Power” – 25-26dBm 6Mbps 802.11a; 28-29dBm at 6Mbps 802.11g 
SHP = “Super High Power” – 27+dBm at 6Mbps 802.11a; 30+dBm at 6Mbps 802.11g 

protocol 
(kosong) = Card dengan standard 802.11a/b/g 
n = Card support 802.11n 
ac = Card support 802.11ac 
number_of_chains 
(kosong) = single chain 
D = dual chain 
T = triple chain 

connector type 
(kosong) = hanya satu opsi konektor saja 
MMCX = untuk tipe konektor MMCX 
u.FL = untuk tipe konektor u.FL 

Enclosure Type (Tipe Wadah/Casing)
Berikut adalah penjelasan tipe wadah/casing pada kode produk Mikrotik : 
BU = board unit (tanpa casing) 
RM = rack-mount enclosure (Casing yang dikhususkan untuk di tempatkan pada rack dengan mounting) 
IN – indoor enclosure (Casing yang digunakan untuk diletakkan di indoor tanpa rack mounting) 
EM – extended memory (Kapasitas memori lebih besar) 
LM – light memory (Kapasitas memori lebih kecil) 
BE – black edition case (Casing dengan edisi spesial warna hitam) 
TC – Tower (vertical) case (Casing jenis tower berdiri) 
OUT – outdoor enclosure (Casing khusus untuk pemasangan di luar ruangan) 

Gimana apa sudah pusing? Kalau pusing minum obat ya, hehe.. Oke, biar gak tambah pusing kita coba langsung praktekan untuk mengidentifikasi salah satu product code Mikrotik yang lumayan panjang yaitu RB912UAG-2HPnD.

Mikrotik RouterBoard 912UAG-2HPnD 
RB912UAG–2HPnD
RB = RouterBoard
912 = Board Seri ke 9
912 = Memiliki 1 buah interface ethernet
912 = Memiliki 2 buah interface wireless (bawaan dan miniPCIe)
UAG = Memiliki USB Port
UAG = Memori lebih besar
UAG = Port ethernet nya jenis gigabit (10/100/1000)
2HPnD = Band 2,4 GHz
2HPnD = High Power
2HPnD = Card support 802.11n
2HPnD = Dual Chain
E. Kesimpulan
   Kode pada Mikrotik adalah sebuah identitas untuk produk Mikrotik itu sendiri dan juga sebagai speksifikasi dan fitur pada Mikrotik. 
F. Referensi
   Modul MTCNA

Mikrotik Pemula? | Konfigurasi Mikrotik untuk Pemula

A. Pengertian
Basik Konfigurasi Mikrotik adalah langkah dasar konfigurasi yang harus dilakukan untuk pemula yang ingin belajar konfigurasi Mikrotik. Basik ini cara awal untuk mengkonfigurasi Mikrotik sebelum untuk melangkah ke konfigurasi Mikrotik yang lebih luas. dari dasar ini jika dikira sudah bisa atau minimal aman dari Pembobol akan mudah nanti untuk melanjutkan ke pengembangan Mikrotik.

B. Latar Belakang
Konfigurasi Mikrotik harus dimulai dari dasarnya dan akan bertahap jika mulai dari awal tidak bisa menguasai akan sulit untuk dikembangkan.

C. Manfaat dan Tujuan
Agar bisa memahami konfigurasi dasar Mikrotik yang harus dilakukan untuk pemula sebelum mengembangkan Mikrotik lebih lanjut.

D. Pembahasan
Kemanan pada mikrotik yang paling dasar adalah jalan masuk atau gerbang masuk yang akan dilewati. Misal mengakses Mikrotik menggunakan Winbox dengan via IP Address, mungkin pada defaultnya bisa akses tanpa kita harus nenambah apapun. seperti port, username password yang default dll. jika itu dibiarkan tidak diamankan nanti Mikrotik akan bisa dibobol masuk dengan mudah dan Mikrotik akan disetting ulang bahkan dihancurkan konfigurasinya sehingga konfigurasi yang sudah dibuat akan hilang bahkan tidak bisa diakses karena sudah disecure ulang dengan aman sehingga tidak mengetahui apa yang ditambahkan pada mikrotik. Dan cara satu-satunya untuk menembelikannya dengan cara hard reset.

Hard reset sendiri jika terlalu banyak dipakai akan merusak Tombol untuk Hard resetnya karena selalu di tekan secara berulang-ulang. Lebih baik jika ingin reset pakai Soft reset dari system dengan begitu lebih menjaga Hardware Mikrotik. Reset akan dilakukan apabila ada kesalahan fatal dan lebih baik jika Setting Mikrotik harus hati - hati dan teliti jangan sampai ada sedikit kesalahan yang menimbulkan terjadinya Hard reset ataupun rest Mikrotik.

Bagaimana konfigurasi awal yang harus dilakukan untuk pemula?
  1. Untuk konfigurasi awal yang harus dilakukan yaitu :
  2. Keamanan akses Mikrotik meliputi : SSH, Telnet, Winbox, Webfig, FTP, API.
  3. Identitas Mikrotik.
  4. User login Mikrotik.
  5. IP Address untuk Mikrotik.
Inti awal yang harus kita setting untuk secure atau keamanan Mikrotik yaitu : 
  1. Cara Akses Mikrotik contoh : SSH, Telnet, Winbox, Webfig, FTP, API. pada service ini lebih baik untuk keamanannya nonaktifakan service yang tidak dibutuhkan misal Telnet atau SSH pilih aja salah satu karena kedua service itu sama - sama berfungsi untuk monitoring dengan via CLI atau Terminal. Lalu ganti juga Port pada service tersebut jangan menggunakan port default karena Port default akan mudah dikenali. Ganti port dengan yang mudah dihafalkan dan jangan sampai sama antar port Service pada mikrtotik.
  2. User login Mikrotik buat User baru untuk login di Mikrotik agar mempersulit masuk Mikrotik dan untuk user defaultnya nonaktifkan atau hapus aja. Kalo misal hanya diberi akses Read user tersebut seorang perusak akan masih bisa mengakses Mikrotik, walaupun hanya bisa membaca saja tapi masih bisa mengambil informasi dalam Mikrotik dan bahkan mencari kelemahannya.
Konfigurasi dasar yang harus dilakukan pada Mikrotik untuk pemula:
Basic Konfigurasi














Penjelasan : 
  1. Ganti user login yang digunakan untuk masuk Mikrotik. Klik System>>User, lalu ganti nama (Sesuai keinginan), Group = Full, Allowed Address = (IP Address yang digunakan setting Mikrotik), Password (Sesuai keinginan). Lalu Apply dan OK. Lalu Untuk yang defaultnya dengan Nama = Admin lebih Baik dinonaktifkan atau dihapus. 
  2. Setting IP Address untuk Mikrotik. Klik IP>>Addresses, Tambahkan IP Address set Address (Sesuai keinginan) dan jangan lupa Prefixnya, Network (IP Network dari IP Address yang di setting), Interface (Sesuai dengan port yang digunakan atau yang mau disetting). Lalu Apply dan OK.
  3. Atur port service akses Mikrotik. Klik IP>>Services, nonaktifkan Service-service yang tidak digunakan misal : api, telnet, webfig dsb. Yang dinonaktifkan service sesuai dengan apa yang tidak digunakan atau tidak bibutuhkan. Dan selanjutnya ganti port - port Service yang digunakan, Misal : FTP = 15, SSH = 16, Winbox = 1515 port ini sesuai keinginan.
  4. Ganti identitas Mikrotik. Klik System>>Identifity, Edit nama sesuai keinginan.
E. Kesimpulan
Dasar konfigurasi Mikrotik sebagai awal untuk belajar Mikrotik yang harus dilakukan untuk pemula sebelum mengembangkan Mikrotik lebih lanjut.

F. Referensi
Modul MTCNA

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com


Your IP Location

Recent

Loading...