-->

Welcome!

I am John Doe Web Designer Photography

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Showing posts with label Cisco. Show all posts
Showing posts with label Cisco. Show all posts

Routing Switch Cisco | Konfigurasi Routing Switch Cisco

A. Pendahuluan
Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya. Komunikasi antar jaringan pada layer 3 biasa menggunakan piranti Router yang umum digunakan untuk komunikasi antar site lewat WAN Cloud.
B. Latar Belakang

Dengan menggunakan Switch Layer 3 kita sudah bisa menggunakan routing tanpa harus kita memberikan Router.
C. Maksud dan Tujuan

Switch layer-3 beroperasi pada layer-3 dari model OSI dasar teknologi routing. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switch-switch ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. switch layer-3 kadang-kadang di sebut Switch routing atau switch multilayer.
D. Pembahasan
Konfigurasi Routing switch
  1. Sebelumnya siapkan topologi seperti gambar dibawah ini, disini saya mengguanakn Switch layer 3.
  2. Kita konfigurasi pada Switch
*Disini kita membuat/mendefinisi Vlannya terlebih dahulu

Switch#conf t

Switch(config)#vlan 10

Switch(config-vlan)#name TKJ

Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#vlan 20

Switch(config-vlan)#name RPL

Switch(config-vlan)#ex


Switch(config)#vlan 30

Switch(config-vlan)#name MULTIMEDIA

Switch(config-vlan)#ex




*Sekarang kita daftarkan port ke Vlannya

S1(config)#int fa0/1

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 10

S1(config-if-range)#exit

S1(config)#int fa0/2

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 20

S1(config-if-range)#exit

S1(config)#int fa0/3

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 30

S1(config-if-range)#exit

3. Kemudian yang paling terpenting dari konfigurasi Switch layer 3 yaitu kita routing dengan memasukkan perintah

S1(config)#ip routing 

4. Kemdian coba kirimkan pesan pada masing-masing PC maka hasilnya akan berhasil seperti gambar dibawah ini :


E. Kesimpulan
Dengan menggunakan Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya.
F. Referensi

VTP Cisco | Konfigurasi VTP di Cisco

A. Pendahuluan
          Untuk membuat VLAN jika menggunakan VTP akan lebih mudah karena akan terpusat dan mendistribusi.
B. Latar Belakang
          Dengan menggunakan teknik ini Network Enginer bisa mempersingkat waktunya untuk konfigurasi jaringan karena kita bisa konfigurasi pada banyak switch hanya dengan konfigurasi 1 switch.
C. Maksud dan Tujuan
         VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
D. Pembahasan
         VTP adalah suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).

Konfigurasi VTP :
1. Sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar di bawah.
2. Kemudian konfigurasi Hostname pada masih-masing Switch dengan memasukkan perintah :
Konfigurasi Switch pada Server
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Server
Switch(config)#exit
Konfigurasi Switch pada Transparent
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Transparent
Switch(config)#exit
Konfigurasi Switch pada Client
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Client
Switch(config)#exit

3. Kemudian konfigurasi VTP pada masing-masing Switch dengan memasukkan perintah :
Konfigurasi Switch Server
Server(config)#vtp domain ngoprakit
Server(config)#vtp password ngoprakit
Server(config)#vtp mode server
Konfigurasi Switch Transparent
Transparent(config)#vtp domain ngoprakit
Transparent(config)#vtp password ngoprakit
Transparent(config)#vtp mode Transparent
Konfigurasi Switch Client
Client(config)#vtp domain ngoprakit
Client(config)#vtp password ngoprakit
Client(config)#vtp mode Client

4. Kemudian cek VTP pada masing-masing switch untuk cek VTP :
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
 
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
5. Kemudian buat Vlan pada masing-masing
Kemudian coba tambahkan Vlan pada Server dengan memasukkan perintah :
Server(config)#vlan 10
Server(config-vlan)#name TKJ
Server(config-vlan)#exit
Server(config)#vlan 20
Server(config-vlan)#name HW
 Kemudian coba tambahkan Vlan pada Transparent dengan memasukkan perintah :
Transparent(config)#vlan 30
Transparent(config-vlan)#name MLN
Transparent(config-vlan)#exit
Transparent(config)#vlan 40
Transparent(config-vlan)#name FRD
Kemudian coba tambahkan Vlan pada Client dengan memasukkan perintah :
Client(config)#vlan 50
Client(config-vlan)#name SEKOLAH
Client(config-vlan)#exit
Client(config)#vlan 60
Client(config-vlan)#name RUMAH
*nanti pasti pada client akan gagal karena Client tidak ada akses untuk membuat Vlan
6. Kemudian cek apakah terdapat Vlan yang di buat pada masing-masing.
E. Kesimpulan
         Dengan menggunakan VTP ini kita bisa mempermudah konfigurasi kita tentang Switch.
F. Referensi
    -

Trunking VLAN Cisco | Konfigurasi Trunking VLAN Cisco

A. Pendahuluan
         Pembangunan Jaringan Menggunakan Cisco bisa dibuat Virtual jaringan pada 1 device Cisco yang disebut VLAN dan VLAN bisa dimanfaatkan menjadi VLAN Trunking.
B. Latar Belakang
Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri.

C. Maksud dan Tujuan

Sekarang kita coba untuk membuat vlan dengan 2 switch. Yang nantinya Vlan yang sama dapat saling ping , meskipun berbeda switch. Jadi intinya adalah kita akan membuat vlan yang sama antar switch dapat saling ping , namun tetap yang berbeda vlan tidak dapat saling ping.

D. Pembahasan
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini.

Konfigurasi VLAN Trunking :
1. Sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar dibawah ini :

2. JIka sudah sekarang kita konfigurasi pada kedua Switchnya dengan langkah seperti gambar dibawah ini :
3. Kemudian kita masuk ke Switch 1 dan masukkan perintah berikut ini :
Switch(config)#int fa1/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10 
Switch(config-if-range)#ex 
Switch(config)#int fa2/1 
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 
Switch(config-if-range)#ex
4. Kemudian kita masuk ke Switch 2 dan masukkan perintah berikut ini :
Switch(config)#int fa1/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10 
Switch(config-if-range)#ex 
Switch(config)#int fa2/1 
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 
Switch(config-if-range)#ex
5. Kemudian yang paling penting dalam konfigurasi Trunking ini adalah kita Trunk antara switch agar vlan bisa berkomunikasi dengan memasukkan perintah 
Konfigurasi pada Switch 1 :
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config)#exit 
Konfigurasi pada Switch 2 :
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config)#exit
6. Konfigurasi pada PC Cliennya, pada area Vlan 10 dengan IP 192.168.1.0/30 seperti gambar di bawah ini :
7. Kemudian untuk PC Vlan 20 saya memasukkan IP 192.168.2.0/30 seperti gambar dibawah ini.
8. Check koneksi dengan cara PING.

G. Kesimpulan
Jadi dengan menggunakan teknik ini akan lebih menghemat jumlah port pada switch dan lebih mudah konfigurasinya.
F. Referensi
     -

SSH & Telnet Cisco | Konfigurasi SSH & Telnet (Ios Command) Cisco.

A. Pendahuluan.
Membuat IOS Command security pada cisco yang dilakukan untuk sebuah remote dan keamanan pada perangkat cisco.
B. Latar Belakang.
Untuk mengamankan perangkat cisco.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membuat SSH dan Telnet di Cisco
D. Pembahasan.
Setting Security SSH & Telnet penting untuk menjaga keamanan pada sebuah perangkat Jaringan seperti cisco ataupun perangkat lainnya.
Konfigurasi SSH & Telnet serta Security:
  1. Sebelumnya siapkan terlebih topologi seperti gambar berikut :
  2. Setelah membuat topologinya sekarang kita coba beri nama pada masing-masing perangkat dengan memasukkan perintah hostname.
    Konfigurasi hostname pada Switch
    Switch>
    Switch>en
    Switch#conf t
    Switch(config)#hostname SW1
    SW1(config)# 
    
    Konfigurasi hostname pada Router
    Router>
    Router>en
    Router#conf t
    Router(config)#hostname R1
    R1(config)#
    
  3. Kemudian coba kita buat password untuk Telnetnya agar nanti jika di remot orang itu harus memasukkan password biar tidak mudah di remot orang sembarangan.
    Konfigurasi password Telnet pada Switch
    SW1(config)#line vty 0 4
    SW1(config-line)#password ngoprakit
    SW1(config-line)#login
    
    Konfigurasi password Telnet pada Router
    R1(config)#line vty 0 4
    R1(config-line)#password ngoprakit
    R1(config-line)#login
    
  4. Kemudian Berikan password pada saat berpindah
    Konfigurasi password pada Switch
    SW1(config)#enable secret ngoprakit
    
    Konfigurasi password pada Router
    R1(config)#enable secret ngoprakit 
  5. Juga bisa memberikan password pada kabel Console dengan perintah :
    Konfogurasi password Console pada Switch
    SW1(config)#line console 0
    SW1(config-line)#password ngoprakit 
    SW1(config-line)#login
    SW1(config-line)#
    
  6. Kemudian kita konfigurasi 'IP pada masing-masing perangkatnya dengan perintah :
    Konfigurasi pada Router
    R1#conf t
    R1(config)#int fa0/0
    R1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#ex
    
    Konfigurasi pada Switch
    SW1(config)#int vlan 1
    SW1(config-if)#ip addr 192.168.1.2 255.255.255.0
    SW1(config-if)#no sh
    SW1(config-if)#exit
    SW1(config)#ip default-gateway 192.168.1.1
    SW1(config)#exit
    
    Konfigurasi pada PC
  7. Untuk caranya bagaimana menggunakan SSH dan TELNET sebagai berikut :
    TELNET = telnet ip tujuan contoh telnet 192.168.1.1 dan kemudian tekan ENTER.

E. Kesimpulan.
SSH & Telnet digunakan untuk remote dan keamanan Perangkat Cisco agar lebih aman dan mudah.
F. Referensi.
    -

Konfigurasi Routing Statik di Cisco Packet Tracer || BLC Telkom Klaten

Assalamualaikum WR.WB

A.Pengertian
Routing statis adalah bentuk perutean yang terjadi saat router menggunakan entri perutean yang dikonfigurasi secara manual, bukan informasi dari lalu lintas perutean dinamis Dalam banyak kasus, rute statis dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel routing , meskipun hal ini mungkin tidak selalu terjadi. Tidak seperti routing dinamis , rute statis tetap dan tidak berubah jika jaringan diubah atau dikonfigurasi ulang.

B.Latar Belakang
Routing statis dan perutean dinamis tidak saling eksklusif. Kedua routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing dan memberikan backup jika informasi routing dinamis tidak dapat dipertukarkan.

C.Maksud dan Tujuan
  • Perutean statis dapat digunakan untuk menentukan titik keluar dari router bila tidak ada rute lain yang tersedia atau perlu. Ini disebut rute default .
  • Perutean statis dapat digunakan untuk jaringan kecil yang hanya memerlukan satu atau dua rute. Hal ini seringkali lebih efisien karena link tidak terbuang dengan bertukar informasi routing yang dinamis.
  • Routing statis sering digunakan sebagai pelengkap routing dinamis untuk menyediakan cadangan failsafe jika rute dinamis tidak tersedia.
D.Alat dan Bahan
  • Komputer/Laptop
  • Cisco Packet Tracert 7.1 atau 7.0
E.Waktu Pelaksanaan
25 Menit

F.Tahap Pelaksanaan

1.Buatlah topologi seperti gambar berikut ini
Router sudah saya aktifkan/hidupkan

2.Berilah ip pada masing masing router, sesuaikan dengan networknya

Router 1
Router 2
Router 3
3.Buatlah tabel routing pada router, ikuti gambar dibawah ini

 Router 1
Router 3
NB:
Router 2 tidak dikonfigurasi karena otomatis router 2 sudah terkoneksi dengan router 1 dan 3
4.Cek  koneksi dengan melakukan perintah ping,misal melakukan dari router ke router lain

 Router 1 ke Router 3
Router 3 ke Router 1
G.Kesimpulan
Untuk dapat mengoneksikan suatu Host ke Host yang lain dengan menggunakan router, konfigurasi router harus dilakukan dengan teliti dan benar. Yaitu dalam pemberian alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Terutama yang harus dilakukan dengan teliti yaitu saat mengkonfigurasi router (ip routing).

H.Referensi 
https://en.wikipedia.org/wiki/Static_routing
https://boediman93.wordpress.com/2010/05/20/laporan-praktikum-routing-static/
https://faizalniam24.blogspot.co.id/2018/02/konfigurasi-routing-statik-di-cisco.html
Sekian dari saya terima kasih
Wassalamualaikum WR.WB

Konfigurasi Router On Stick di Cisco Packet Tracer || Rio BLC Telkom

Assalamualaikum WR.WB
A.Pengertian
Router-On-A-Stick adalah frase yang mengacu pada koneksi 802.1Q yang mampu beralih ke satu antarmuka router. Dengan trunking melintasi antarmuka Ethernet dan menetapkan Vlan terpisah ke masing-masing port switch atau kelompok port, adalah untuk membuat konfigurasi yang mensimulasikan sebuah router dengan banyak antarmuka Ethernet fisik yang terpisah

B.Latar Belakang 
Konfigurasi router dimana Anda dapat menggunakan satu antarmuka fisik untuk mengarahkan lalu lintas di antara beberapa VLAN. Antarmuka router dikonfigurasi sebagai trunk link dan terhubung ke port switch bagasi.

C.Maksud Dan Tujuan
Menghubungkan VLAN dan switch yang berbeda dengan menggunakan Router

D.Waktu Pelaksanaan
15 Menit

E.Pembahasan

1.Buatlah contoh topologi seperti contoh yang saya buat ini
 2.Buatlah dua buah VLAN seperti gambar dibawah
 3.Lalu atur Range FastEthernet 0/1-2 dan Range FastEthernet 0/3-4 ke Mode Access
 4.Kemudian pada interface Gigabit0/1 atur menjadi Mode Trunk
 5.Aktifkan interface Gigabit0/0
 6..Sekarang kita masukkan sub interfacenya

 7.Masukkan IP pada semua PC sesuai dengan sub interface yang dimasukkan tadi di router
 8.Untuk PC-2 juga  masukkan IPnya
 9.Lalu coba tes ping dari PC-1 ke PC-2 atau sebaliknya
 10.Berikut adalah tanda bahwa proses ping berhasil

F.Kesimpulan 
Dengan Inter VLAN kita dapat menghubungkan VLAN dan Switch yang berbeda, dan Teknik ini disebut router on a stick. Kekurangan dari teknik ini adalah akan terjadi collision domain karena hanya menggunakan satu interface.

G.Referensi 

Sekian Terimakasih
Wassalamualaikum WR.WB

Hari Kesepuluh Training Cisco REVIEW NetEss Instructor Materials Chapter 9 Final (Pengujian dan Penyelesaian Masalah) || BLC Telkom Klaten

Assalamualaikum WR.WB

Pada kali ini kita membahas tentang Ebook REVIEW NetEss Instructor Materials Chapter 9 Final (Pengujian dan Penyelesaian Masalah) yang babnya berisi tentang materi-materi sebagai berikut:

9.1 Apa yang perlu dilakukan saat perangkatnya tidak bekerja?
Menjelaskan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan ketika konfigurasi yang baru tidak bekerja seperti seperti yang diduga.

9.2 Mengatasi Masalah Jaringan
Mengatasi masalah jaringan dengan utiliti jaringan yang umum.

9.3 Mengidentifikasi dan Memperbaiki Masalah yang Umum
Mengatasi sebuah masalah koneksi jaringan.

9.4 Bekerja dengan ‘Customer Support’
Menjelaskan bagaimana bekerja dengan ‘customer support’.

A.Pengertian
Pengujian dan penyelesaian masalah adalah bidang studi di bawah payung linguistik terapan. Fokus utamanya adalah penilaian terhadap bahasa pertama, kedua atau lainnya, di sekolah, perguruan tinggi, atau konteks universitas; penilaian terhadap penggunaan bahasa di tempat kerja; dan penilaian bahasa dalam konteks imigrasi, kewarganegaraan, dan suaka penilaian meliputi menyimak, berbicara, membaca, menulis atau pemahaman budaya. Bobot yang sama dapat ditempatkan pada pengetahuan (pemahaman bagaimana bahasa bekerja secara teoretis) dan kemampuan (kemampuan untuk menggunakan bahasa praktis), atau bobot yang lebih besar dapat diberikan kepada satu aspek atau yang lain

B.Latar Belakang
Penilaian kinerja merupakan proses pengukuran organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian kinerja dapat juga diartikan
sebagai penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi,bagian organisasi, dan personilnya, berdasarkan visi, misi, standar organisasi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi pada dasarnya dioperasikan oleh sumber daya manusia, maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran dalam organisasi

C.Maksud Dan Tujuan
Mengetahui skill dan kemampuan dari seorang IT dalam melaksanakan Tugasnya

D.Waktu Pelaksanaan
9 Jam

E.Pembahasan
9.1 Apa yang perlu dilakukan saat perangkatnya tidak bekerja?

Apa itu ‘Network Troubleshooting’?
Proses mengidentifikasi, menemukan dan memperbaiki masalah jaringan.
Mempertahankan dokumentasi penting saat troubleshooting.

Mengumpulkan Informasi Pertanyaan individual dengan melaporkan masalah dan berbagi pengalaman dengan pengguna yang
pernah terkena masalah yang sama. Mengumpulkan informasi tentang peralatan apapun yang mungkin terkena dampak.

Pendekatan Troubleshooting
Memilih pendekatan troubleshooting
  • Top-down
  • Divide-and conquer
  • Bottom-up
Pendekatan bagus lainnya
  • Trial and Error
  • Substitution
 9.2 Mengatasi Masalah Jaringan

Mendeteksi Masalah Fisik
1.Menggunakan panca indra
2.Penglihatan
3.Penciuman
4.Peraba
5.Pendengaran

Menggunakan Software dan Utility
1.ipconfig
2.ping
3.netstat
4.tracert
5.nslookup

Informasi IP Windows
ipconfig
ipconfig /all
ipconfig /release and ipconfig /renew

Menguji Konektivitas Jaringan
Menggunakan perintah ping
‘Ping’ itu digunakan untuk menguji apakah host tujuan bisa tercapai.
Perintah ‘ping’ bisa diikuti dengan alamat IP atau nama host tujuan.


Apa hasil dari ‘ping’?
Jika ping ke kedua nama dan alamat IP berhasil, namun pengguna tetap tidak dapat mengakses aplikasi, maka masalahnya kemungkinan besar berada pada aplikasi di host tujuan.

Jika ping tidak berhasil, maka konektivitas jaringan di sepanjang jalur menuju tujuan kemungkinan besar adalah masalah.

Jika ping ke default gateway berhasil, masalahnya bukan lokal. Jika ping ke default gateway gagal, masalahnya berada pada jaringan lokal.
Ping mungkin gagal karena firewall pada perangkat pengirim atau penerima, atau router di sepanjanga jalur yang menghalangi ping.

Utilitas IP Berguna Lainnya
Bisakah saya mencapai tujuan?
Utilitas tracert menyediakan informasi konektivitas tentang jalur yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan tentang setiap router (hop) di sepanjang jalur.

Mengidentifikasi Keaktifan Koneksi
Netstat mencantumkan protokol yang digunakan.

Mengatasi Masalah DNS
Utilitas nslookup memungkinkan pengguna untuk mencari informasi tentang nama DNS tertentu di server DNS.


9.3 Mengidentifikasi dan Memperbaiki Masalah yang Umum

Divide and Conquer
  • Ping dari klien wireless ke default gateway
  • Ping dari klien berkabel ke default gateway
  • Ping dari klien wireless ke klien berkabel
Bottom Up
  • Memeriksa LED
  • LED mungkin berubah warna atau flash untuk menyampaikan informasi

Bagaimana Cara Menyelesaikan Masalah Yang Umum

Masalah Perkabelan
  1. Pastikan untuk menggunakan jenis kabel yang benar.
  2. Hentikan kabel melalui standar penghentian T568A atau T568B.
  3. Jangan melebihi panjang kabel maksimum yang dilewati.
  4. Pastikan port yang benar sedang digunakan.
  5. Lindungi kabel dan konektor dari kerusakan fisik.

Memecahkan Masalah Wireless

Penyebab Masalah Wireless
  • Tidak semua standar wireless itu kompatibel.
  • Setiap percakapan wireless harus terjadi pada saluran terpisah dan tidak tumpang tindih.
  • Kekuatan sinyal RF menurun dengan jarak.
  • Sinyal RF rentan terhadap gangguan dari sumber luar
  • AP berbagi bandwith yang tersedia di antara perangkat.
Kesalahan Otentikasi dan Asosiasi
  • SSID harus sesuai dengan AP dan klien.
  • Klien dan AP harus dikonfigurasi dengan kunci otentikasi yang sama.
  • Kunci enkripsi yang sama harus dikonfigurasi pada AP dan klien. 
Masalah DHCP dan Alamat IP12

Kesalahan Konfigurasi Server DHCP
Informasi tabel klien harus sesuai dengan informasi host lokal Melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa router memiliki alamat IP
Interface LAN dari router wireless harus ditetapkan sebagai default gateway


Mengapa kita tidak bisa terkoneksi ke Internet?
  • Periksa halaman status router.
  • Periksa sema koneksi fisik dan indikator LED.
  • Cobalah untuk menghubungkan kembali koneksinya.
Mungkinkah itu Firewall?
  • Periksa apakah aplikasi itu port TCP atau UDP ‘open’
  • dan tidak ada daftar filter memblokir lalu lintas ke port ITU
  • Periksa semua pengaturan di router untuk memastikan tidak adanya pembatasan keamanan yang dapat menyebabkan masalah

9.4 Bekerja dengan ‘Customer Support’

Menggunakan Sumber Luar Untuk Bantuan


Dimana saya bisa mendapatkan bantuan?
Mungkin perlu mendapat bantuan dari sumber luar.

Kapan saya bisa memanggil batuan itu?
Mungkin perlu menghubungi bagian dukungan vendor atau ISP untuk mendapatkan bantuan. Menggunakan Meja Dukungan
Penting untuk memberi informasi pendukung sebanyak mungkin suatu informasi.

Menjaga Catatan/Nama Baik

Menyelesaikan Masalah
Mereka dapat meningkatkan masalah ke tingkat yang lebih tinggi.
Catat semua informasi mengenai interaksi dengan meja dukungan
Tiket dan Tata Kerja
Saat pelanggan mengidentifikasi siapa mereka, si teknisi mengakses
pelanggan yang relevan informasi.Informasi dipindahkan ke sebuah tiket masalah,atau laporan kejadian.Bila diperlukan panggilan di tempat,informasi tiket bermasalah bisa dikonversi menjadi sebuah perintah kerja.

F.Kesimpulan
Dari kesimpulan materi di atas kita  dapat memberikan sebuah alternatif sistem penilaian kinerja yang dapa memberikan pemahaman manajemen tentang kinerja organisasi secaratepat dan menyeluruh serta dapat diimplementasikan pada sebuah lapangan kerja

G.Referensi 
Ebook REVIEW NetEss Instructor Materials Chapter 9
http://eprints.ums.ac.id/25500/4/BAB_I.pdf
Penilaian bahasa - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sekian Terimakasih
Wassalamualaikum WR.WB 

Hari Kesembilan Training Cisco REVIEW NetEss Instructor Materials Chapter 8 (Mengkonfigurasi Perangkat Cisco) || BLC Telkom Klaten

Assalamualaikum WR.WB
Pada hari ini kami mengulas tentang lanjutan dari Chapter sebelumnya yakni,Chapter 7 (Network Security) ke Chapter 8 (Mengkonfigurasi Perangkat Cisco).berikut adalah bab-bab dari Chapter 8
Chapter 8 (Mengkonfigurasi Perangkat Cisco)
8.1 Perangkat LAN Cisco
8.2 Perangkat Internetworking
8.3 Menjelajahi Cisco IOS
8.4 Menggunakan Perintah Tampilan
8.5 Mengkonfigurasi Jaringan Cisco

A.Pengertian
Cisco IOS memiliki arsitektur monolitik , yaitu berjalan seperti satu gambar dan semua proses menggunakan ruang memori yang sama. Tidak ada proteksi memori antar proses sehingga bug pada kode IOS menyebabkan data dari proses lain menjadi rusak. Cisco IOS juga menggunakan penjadwal "run-to-completion" sehingga kernel tidak dapat menutup proses sebelum proses itu sendiri menunjukkan bahwa ia siap.
 
Untuk produk Cisco yang membutuhkan ketersediaan sangat tinggi, misalnya Cisco CRS-1 , keterbatasan ini tidak dapat diterima. Apalagi sudah ada sistem operasi router yang bersaing, seperti Junipers JunOS , yang dikembangkan tanpa keterbatasan ini. Pada Cisco ini dikembangkan sebuah versi baru dari Cisco IOS, yang disebut IOS-XR , yang menawarkan modularitas dan proteksi memori antara proses, benang ringan, penjadwalan pre-emptive dan kemungkinan proses restart yang gagal secara independen.

B.Latar Belakang

Komputer dan internet merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,
apalagi dijaman yang sudah modern ini. Dua hal ini seakan menjadi kebutuhan
sehari – hari bagi masyarakat. Penggunanya pun tidak bisa dihitung hanya dari
satu kalangan, anak – anak, para remaja, orang dewasa, bahkan lansia pun
turut memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan oleh komputer dan
internet. Selain karena kebutuhan bisnis dan pendidikan, layanan yang ada di
internet dan komputer dapat menjadi alternatif hiburan bagi penggunanya.
Bagaimana tidak, segala macam informasi seperti surat kabar, layanan tv
online (streaming), film, permainan, dll. Dapat diakses dengan mudah, bagi
pengguna internet yang tidak memiliki komputer pun warung internet (warnet)
sudah banyak tersedia. Jadi masyarakat tidak harus memiliki sebuah perangkat
komputer untuk menikmati layanan tersebut.

C.Maksud Dan Tujuan
Setelah mempelajari semua materi yang didapatkan dan memahami semuanya,kita tinggal mengenal dan tinggal mengkonfigurasi perangkat cisco

D.Waktu Pelaksanaan
9 Jam

E.Pembahasan
8.1 Perangkat LAN Cisco

Sebuah switch itu digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat di jaringan yang sama. Sebuah router itu digunakan untuk mengubungkan beberapa antar jaringan.

Ketika memilih switch untuk LAN tertentu, ada beberapa hal yang perlu dimengerti:jenis dan nomor port, kecepatan yang diperlukan, perluasan, dan bisa dikelola.

Cisco Catalyst 2960 Series Ethernet switches itu cocok untuk jaringan berskala kecil dan sedang. Mereka menyediakan konektivitas 10/100 Fast Ethernet dan 10/100/1000 Gigabit LAN Ethernet.

Penghubungan ke Switch
Saat switch aktif, Power-On-Self-Test (POST) dimulai. Selamat POST, LED berkedip saat serangkaian tes menentukan bahwa switch itu berfungsi dengan baik. POST selesai saat LED SYST berkedip hijau dengan cepat. Jika switch gagal melakukan POST, LED SYST berubah menjadi berwarna kekuningan.

Manajemen out-of-band mengharuskan komputer terhubung langsung ke port konsol perangkat jaringan yang sedang dikonfigurasi. Gunakan manajemen in-band untuk memantau dan membuat perubahan konfigurasi ke perangkat jaringan melalui koneksi jaringan.

Sebuah perangkat cisco memuat 2 file berikut ke dalam RAM saat di-boot:
IOS Image file
Startup configuration file

8.2 Perangkat Internetworking

Router Cisco

Semua router pada dasarnya adalah komputer. Ya seperti komputer, router memerlukan: sistem operasi (OS), central processing unit (CPU), random access memory (RAM), read-only memory (ROM), dan nonviolative random access memory (NVRAM).

Setiap router cisco memiliki komponen perangkat keras umum yang sama, dan koneksi-koneksi ini yaitu: port konsol, 2 interface LAN, dan slot enhanced high-speed WAN interface (EHWIC).

Ikuti tahapan-tahapan ini untuk menghidupkan sebuah router cisco:
Pasang dan tempelkan chassis perangkat.
Pasangkan external compact flash card.
Sambungkan kabel daya.
Konfigurasikan perangkat lunak emulasi terminal pada PC dan menghubungkan PC ke port konsol.
Hidupkan router.
Amati pesan startup di PC saat booting router.




Dua metode yang paling umum untuk mengakses ‘command line interface’ adalah konsol dan SSH.

8.3 Menjelajahi IOS Cisco

‘Command line interface (CLI) adalah program berbasis teks yang memungkinkan masuk dan menjalankan perintah IOS Cisco untuk mengkonfigurasi, memantau, dan memelihara perangkat Cisco.

Untuk awalnya mengkonfigurasi perangkat Cisco, koneksi kosol harus dibuat.

Sebagai fitur keamanan, perangkat lunak Cisco IOS memisahkan akses manajemen ke dalam dua mode perintah berikut: mode EXEC user dan mode EXEC privilleged.
Modus konfigurasi global diidentifikasi dengan sebuah prompt yang diakhiri dengan (config)# setelah nama perangkat, seperti Switch(config)#.

Struktur Perintah (Command)
Sintaks umum untuk sebuah perintah adalah perintah yang diikuti oleh kata kunci dan argumen yang sesuai:
Keyword - sebuah parameter spesifik yang ditentukan dalamsistem operasi (pada gambar, protokol IP)
Argument - tidak ditentukan; nilai atau variabel yang ditentukan oleh pengguna (pada gambar, 192.168.10.5)

ping ip-address – perintahnya adalah ping dan argumen yang ditetapkan pengguna adalah ip-address dari perangkat tujuan.
traceroute ip-address – perintahnya adalah traceroute dan argumen yang ditetapkan pengguna adalah ip-address dari perangkat tujuan.
IOS Cisco itu memiliki dua bantuan sensitif konteks dan cek sintaks perintah.
Perintah dan kata kunci dapat dipersingkat menjadi jumlah karakter minimum yang mengidentifikasi pilihan yang unik.

8.4 Menggunakan Perintah "show"

Melihat Informasi Perangkat

Untuk memverifikasi dan mengatasi masalah pengoperasian jaringan, periksa pengoperasian perangkat menggunakan perintah ‘show’:
  • show running-config
  • show interfaces
  • show arp
  • show ip route
  • show protocols
  • show version
Jika anda login ke router atau switch secara ‘remote’, perintah ‘show version’ adalah sarana yang sangat baik untuk menemukan informasi ringkasan yang mudah didapat dengan mudah tentang perangkat tertentu yang anda gunakan untuk terhubung.

8.5 Mengkonfigurasi Sebuah Jaringan Cisco

Dasar Konfigurasi Switch
  • Konfigurasi nama perangkat.
  • Mengamankan mode EXEC user.
  • Mengamankan akses remote Telnet/SSH.
  • Mengamankan mode EXEC privilleged.
  • Mengamankan seluruh kata sandi di file konfigurasi.
  • Menyediakan notifikasi legal
  • Menyimpan konfigurasi

Dasar Konfigurasi Router
  • Konfigurasi nama perangkat.
  • Mengamankan mode EXEC user.
  • Mengamankan akses remote Telnet/SSH.
  • Mengamankan mode EXEC privilleged.
  • Mengamankan seluruh kata sandi di file konfigurasi.
  • Menyediakan notifikasi legal
  • Menyimpan konfigurasi

Dasar Konfigurasi Router 

Mengonfigurasi interface:
  • interface type-and-number
  • description description-text
  • ip address ipv4-address subnet-mask
  • no shutdown
Salah satu perintah yang paling berguna untuk memverifikasi konfigurasi interface adalah perintah show ip interface brief. Output menampilkan semua interface, alamat IPv4, dan statusnya saat ini. Interface yang dikonfigurasi dan terhubung harus menampilkan status “up” dan Protocol “up”.

Perintah verifikasi interface lainnya meliputi:
show ip route - Menampilkan isi tabel routing IPv4 yang tersimpan dalam RAM.
show interfaces - Menampilkan statistik untuk semua interface pada perangkat.
show ip interface - Menampilkan statistik untuk semua interface pada router.

Mengamankan Perangkat
Sebagai praktik yang baik, gunakan kata sandi otentikasi yang berbeda untuk masing-masing tingkat akses ini.

Menyetting kata sandi untuk akses koneksi konsol dilakukan dalam mode global configuration. Perintah ini mencegah pengguna yang tidak sah mengakses mode user dari port konsol.
  • Switch(config)# line console 0
  • Switch(config)# password [password]
  • Switch(config)# login

Memverifikasi support SSH.
Mengonfigurasi IP domain.
Melakukan ‘Generate RSA key pairs.’
Mengonfigurasi otentikasi pengguna.
Mengonfigurasi ‘line vty’.
Mengaktifkan SSH versi 2.


Untuk menampilkan versi dan data konfigurasi untuk SSH pada perangkat yang anda konfigurasikan sebagai server SSH, gunakan perintah show ip ssh. 

Alamat default gateway umumnya adalah alamat interface router yang terhubung ke jaringan lokal host. Alamat IP perangkat host dan alamat interface router harus berada dalam jaringan yang sama.


Untuk mengonfigurasi default gateway pada sebuah switch, gunakan perintah ip default-gateway pada ‘global configuration’. Alamat IP yang dikonfigurasi adalah interface router dari switch yang terhubung.


Menghubungkan Switch ke Router

Alamat default gateway umumnya adalah alamat interface router yang terhubung ke jaringan lokal host. Alamat IP perangkat host dan alamat interface router harus berada dalam jaringan yang sama.


Untuk mengonfigurasi default gateway pada sebuah switch, gunakan perintah ip default-gateway pada ‘global configuration’. Alamat IP yang dikonfigurasi adalah interface router dari switch yang terhubung.


F.Kesimpulan
Terlebih dahulu kalian harus sudah memahami dasar-dasar jaringan Cisco,mulai dari pengenalan Router atau Switch Cisco dan memahami dasar dari konfigurasi Cisco sebelum benar-benar Mengkonfigurasi perangkat Cisco

G.Referensi
-Ebook REVIEW NetEss Instructor Materials Chapter 8  (Mengkonfigurasi Perangkat Cisco)

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com


Your IP Location

Recent

Loading...