-->

Welcome!

I am John Doe Web Designer Photography

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

Apa itu CSS HTML | Pengertian dan Fungsi CSS

A. Pendahuluan
Sebuah HTML akan menarik jika dibuat dengan menambahkan style - style atau gaya pada sebuah tag - tagnya. Style itu dibuat menggunakan script yang namanya CSS (Cascading Style Sheets).
B. Latar Belakang
Untuk memahami dan mengerti konsep dan fungsi CSS (Cascading Style Sheets).
C. Tujuan dan Manfaat
Agar bisa memahami dan mengerti konsep dan fungsi CSS (Cascading Style Sheets).
D. Pembahasan
CSS (Cascading Style Sheets) merupakan Script atau kode - kode yang digunakan untuk menyusun dan menata sebuah halaman website menjadi lebih menarik dan memiliki bentuk yang tertata. Untuk CSS sendiri termasuk komponen penting sebagai penyusun Website, Website seluruh dunia semua menggunakan CSS walaupun udah ada yang menggunakan Framework serperti Bootstrap, dan juga sudah di tambahkanlah script - script lain seperti Javascript, Jquery, Dan sript lainnya untuk membentuk Website yang Menarik dan Elegant.

CSS digunakan untuk membentuk sebuah website dan menatata sebuah Website. Apa yang ditata dalam Website menggunakan CSS?, Yang ditata adalah unsur - unsur atau element yang ada pada document HTML. Misal menataa bentuk Font pada sebuah Halaman Website agar sesuai dengan Tema dan lebih menarik pembaca. Selain font CSS juga digunakan untuk membentuk Tampilan seperti membentuk block persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, dll yang nantinya disusun untuk membentuk tampilan Website. Sebenarnya Website tersusun oleh block - block yang terdiri dari susunan Tag yang sudah di tata dengan CSS atau Script lainnya.
Versi CSS :
  • CSS1
  • CSS2
  • CSS3
  • CSS4
CSS3 adalah CSS variasi yang sering digunakan pada saat ini, walaupun ada beberapa Website yang masih menggunakan CSS lama dan ada juga yang menggunakan CSS4. CSS3 mengadaptasi Pengembangan HTML dengan support Multimedia yang lebih modern, dengan mengikuti Teknologi yang semakin maju.

Kemampuan CSS3 : 
  • Membuat efek animasi sendiri tanpa adanya tambahan plugin aplikasi lainnya.
  • Menambah bentuk secara grafis pada sebuah text, tabel, dan huruf.
  • Membuat grafis 2D atau 3D dengan memanfaatkan block block untuk membentuk grafis tersebut.
  • Memanipulasi pencahayaan dan penataan warna dalam Document HTML dan XHTML.
  • Dengan teknologi modern CSS3 dapat menggantikan JQuery.
Kekurangan CSS3 :
  • Script penulisannya akan lebih beda dengan script CSS sebelumnya.
  • Dalam setiap Web Browser memiliki Properties yang berbeda beda jadi harus menyesuaikan pada setiap Web Browser.
Format Penulisan CSS :
 Selector {Properties: Value;}
Selector CSS :

  • Id Selector
  • Class Selector
  • Tag Selector 
Id Selector merupakan Selector yang dimana mendefinisikan bahwa Selector ini digunakan untuk Sebuah attribute pada Tag HTML yang didefinisikan menggunakan id. Penulisannya menggunakan tanda # misal :
#data{
   background-color: red;
}

Class Selector merupakan Selector yang dimana mendefinisikan bahwa Selector ini digunakan untuk Sebuah attribute pada Tag HTML yang didefinisikan menggunakan class. Penulisannya menggunakan tanda # misal :
.data{
   background-color: red;
}

Tag Selector merupakan Selector yang dimana mendefinisikan bahwa Tag HTML yang akan didefinisikan. Penulisannya menggunakan tanda # misal :
body{
   background-color: red;
}

Penulisan CSS :
  • Internal CSS.
  • Ekternal CSS.
  • Inline CSS.
Internal CSS model penulisan CSS yang mana berada di dalam Document HTML atau langsung di tulis dalam satu file dengan HTML. Yang didefinisikan menggunak tag <style> yang biasanya terletak pada antara tag <head>. Contoh penulisan : 
<head>
 <style>
   body{
     background-color: red;
   }
 </style>
</head>
Ekternal CSS model penulisan CSS yang mana dibuat file sendiri dengan format (.css). Yang nantinya dipanggil dengan tag <link> atau bisa juga menggunakan @import diantara tag <style>. Contoh penulisan :
Pada file .css
body{
  background-color: red;
}
Pemanggilan File CSS 
Menggunakan <link>
<head>
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="scriptcss.css"/>
</head>

Menggunakan @import
<style>
  @import "scriptcss.css";
</style>

Inline CSS model penulisan CSS yang mana masuk pada attribute pada sebuah tag attribute tersebut adalah ("style") . Contoh penulisan :
<body style="background-color: red;"></body>

Dan itulah CSS mulai dari pengertian sampai cara penulisanya, Sebenarnya masih banyak hal tentang CSS itu sendiri.

E. Kesimpulan
CSS digunakan untuk memperindan dan menata sebuah tampilan halaman Website dengan cara menyusun atau menata sebuah element - element yang terdapat pada Document HTML.
F. Referensi
    -

Tag - tag HTML ? | Pengertian dan fungsi tag HTML

A. Pendahuluan
Pada HTML terdiri dari susunan tag - tag yang menyusun menjadi satu kesatuan untuk membangun sebuah halaman website.
B. Latar Belakang
Untuk memahami beberapa tag HTML dan penerapanya.
C. Tujuan dan Manfaat
Agar bisa mengetahui dan memahami beberapa tag HTML.
D. Pembahasan
Tag HTML merupakan Sebuah pendefinisian tanda untuk element pada document HTML yang menyusun atau membangun sebuah halaman HTML. Yang ditampilkan oleh HTML menggunakan tag bisa berupa Text, File, Audio, Foto dan Video. 
Tag - tag yang sering dipakai pada sebuah HTML :
  • <h1> - <h6>
  • <p>
  • <img>
  • <audio>
  • <video>
  • <a>
  • <table>
  • <tr>
  • <td>
Contoh - Contoh penggunaan Tag HTML :
Tag <h1> - <h6> 
<h1> NgoprakIT </h1>
<h2> NgoprakIT </h2>
<h3> NgoprakIT </h3>
<h4> NgoprakIT </h4>
<h5> NgoprakIT </h5>
<h6> NgoprakIT </h6>

Outputnya :

NgoprakIT

NgoprakIT

NgoprakIT

NgoprakIT

NgoprakIT
NgoprakIT
Tag <p>
<p> NgoprakIT adalah Blog yang diperuntukan untuk sharing tutorial, materi, dan pengalaman.</p>

Outputnya :
NgoprakIT adalah Blog yang diperuntukan untuk sharing tutorial, materi, dan pengalaman.

Tag <img>
<img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCOHqpazHzkt-zjVfJohe_NvcUQzFL5ANpF1n4j_vqsUhQNndIgdWjO-uLnY9hphWsnFTSjnCc7DV7dN2_Wc9gICnD9Ea6n-5lskuEyW1_Dq3IXIv0EjrjSJ_ly83ZhLO-khWxI2itmEg/s1600/Logo.png" width="500px"/>

Outputnya :


Tag <Audio>
<audio controls>
  <source src="horse.ogg" type="audio/ogg">
</audio>

Outputnya :

Tag <videos>
<video width="320" height="240" controls>
  <source src="movie.mp4" type="video/mp4">
</video>

Outputnya :

Tag <a>
<a href="https://www.ngoprakit.tech"> NgoprakIT </a>

Outputnya :
NgoprakIT

Tag <table> <tr> <td>
<table width="100%" border="1px" cellpadding="5px">
  <tr>
    <td> Nama </td>
    <td> Sekolah </td>
    <td> Umur </td>
    <td> Hobby </td>
  </tr>
  <tr>
    <td> Firda Maulana </td>
    <td> SMK Negeri 1 Kediri </td>
    <td> 18 </td>
    <td> Fotografi, Design, Videografi, Menulis. </td>
  </tr>
</table>

Outputnya :
Nama Sekolah Umur Hobby
Firda Maulana SMK Negeri 1 Kediri 18 Fotografi, Design, Videografi, Menulis.

Dan diatas tag yang menurut saya dasar dari pada HTML yang sering digunakan, Sebenarnya masih banyak lagi Tag - tag lainnya yang lebih bermacam - macam fungsinya.
E. Kesimpulan
Tag digunakan untuk menyusun Halaman website agar bisa menarik untuk membacanya. Dan juga tag memiliki macam - macam bentuk dan fungsi.

F. Referensi
    -

Mengenal Dasar Web HTML | Pengertian, Fungsi, Cara Kerja HTML

A. Pendahuluan
Pada sebuah Website dibuat dengan sebuah Bahasa HTML agar bisa ditayangkan atau ditampilkan melalui media Internet. Dan HTML terbaca dengan Menggunakan Protokol HTTP terdapat pada Browser aplikasi.
B. Latar Belakang
Untuk memahami Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja HTML.
C. Tujuan dan Manfaat
Agar dapat mengetahui dan memahami apa itu HTML.
D. Pembahasan
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk membangun atau penyusun sebuah halaman Website yang di tulis dengan format ASCII agar menghasilkan wujud yang terhubung satu sama lain atau bisa di sebut terintergrasi. HTML sekarang masuk dalam standart Internet yang dikendelikan oleh W3C ( World Wide Web Consortium).
Cara Kerja HTML :
Dokumen HTML terdiri atas Tag - Tag yang tersusun sesuai dengan fungsinya, lalu protokol http yang terinstall pada service Web Server yang ada di Server. Dan Client meminta akses HTTP dan Web Server mencari dan mengarahkan dimana adanya document HTML yang biasanya akan atau detech dengan File yang bernama (index.html).
Tag - tag inti pada HTML : 
  • <html> digunakan untuk mendefinisikan bahwa file tersebut adalah File dengan penulisan Format HTML.
  • <head> digunakan untuk mendefinisikan bahwa itu kepala yang dimana memuat script - script yang tidak ditampilkan pada bagian document Website.
  • <title> digunakan untuk mendefinisikan judul Website tag ini ditulis diantara tag <head>.
  • <body>  digunakan untuk mendeifinisikan bahwa di isi bagian isi daripada Tampilan Website bagian yang didalamnya memuat tampilan - tampilan pada Website.
Susunan Penulisan document HTML :
 <html>
   <head>
       <tittle> Judul Website </tittle>

          ~~~ Script Anda ~~~

    </head>
    <body>

        ~~~~~ Bagian Tampilan ~~~~~

   <body> 
</html>

Aplikasi untuk membuat Document HTML :
Linux :
  • Gedit
  • Nano
  • BlueGriffon
  • SublimeText
  • Dll
Windows :
  • Dreamweaver
  • Notepad
  • Notepad++
  • Atom
  • Dll
E. Kesimpulan
HTML (Hyper Text Markup Language) digunakan untuk mebangun dan menyususun sebuah Halaman Situs Website.

F. Referensi
    -

Mengenal Website | Pengertian Website

A. Pendahuluan
Penyampaian informasi sekarang lebih mudah dengan adanya Internet dan Teknologi Informasi, Penyampaian informasi melalui Website.
B. Latar Belakang
Memahami sistem informasi melalui Website yang terjadi pada Internet.
C. Tujuan dan Manfaat
Agar mengetahui dan memahami apa itu Website.
D. Pembahasan
Website yaitu sebuah halaman Informasi yang di muat melalui Media Internet dan Tersusun atas Halaman - Halaman Informasi. Website terbentuk menggunakan Protokol HTTP atau HTTPS dan menggunakan Penulisan dengan Bahasa HTML (Hyper Text Markup Language). Nama lain dari Website ialah Site, Situs, Web atau Situs Web tapi yang terkenal sebutan Web. Pada pasalnya Website bisa diakses melalui internet dibutuhkan 2 hal Hosting dan Domain, Kalau Tidak Dibutuhkan IP Publik dan Server yang sudah terinstall Web Server. Selain Website ada namanya Blog, Terus apa perbedaannya Website sama Blog?. Blog adalah bentuk daripada website, Blog terbentuk dari kata Weblog yaitu gabungan dari kata Web dan Log. Weblog adalah sebuah website yang memuat catatan, artikel, maupun Informasi, sedangkan Website lebih luas lagi cakupannya tidak hanya sampai catatan, artikel saja akan tetapi memuat sebuah halaman yang sesuai dengan Tujuan awal Website dibangun. 
Macam - macam Website :
  • Website Pemerintah.
  • Website Pendidikan.
  • Website Toko Online.
  • Website Blog.
  • Website Diskusi atau Forum.
  • Website Portal.
  • Website Kuminikasi atau Sosial Media.
  • Dll
Website Pemerintah 
Sebuah Website yang dibangun untuk memuat informasi pemerintahan mulai dari informasi pemerintah sampai informasi keuangan keluar dan masuk.

Website Pendidikan 
Sebuah Website yang dibangun untuk memuat informasi Pendidikan mulai dari informasi sekolah sampai website untuk media Belajar.

Website Toko Online
Sebuah Website yang dibangun untuk memuat sebuah halaman yang berisi Jual Beli barang atau jasa.

Website Blog 
Sebuah Website yang dibangun untuk memuat halaman yang berisi catatan, tulisan, ataupun artikel.

Website Diskusi 
Sebuah Website yang dibangun untuk memuat pertanyaan - pertanyaan atau forum diskusi.

Website Sosmed
Sebuah Website yang dibangun untuk digunakan sebagai media komunikasi dan meluapkan Ekspresi diri.

Componen pembangun Website :
  • HTML ( Dasar ).
  • CSS ( Dasar ).
  • PHP.
  • JavaScript.
  • Framework.
  • Dll.
Website dibuat dengan terdiri dari 2 bentuk yaitu Website statis dan dinamis. Website Statis adalah sebuah Website yang dimana ketika kita membuat halaman baru kita butuh membuat File satu persatu sesuai halaman yang ingin dibuat. sedangkan Website dinamis adalah sebuah Website yang dimana ada sebuah pusat data atau database yang nantinya Website akan bisa berubah sesuai dengan database yang ada tanpa merubah atau membuat file baru. Website Statis biasanya menggunakan Bahasa HTML sedangkan Website dinamis yang sering digunakan adalah Bahasa PHP yang mana bekerja di sistem Backend.

Aplikasi yang digunakan untuk sebagai kompiler atau agar kita bisa membaca website yaitu namanya Browser atau Aplikasi Browser. Dimana Aplikasi ini dapat menerjemahankan dan membaca dari HTML ke Bentuk yang tertata dan bisa dinikmati.

E. Kesimpulan
Website digunakan untuk memuat informasi secara Digital.

F. Referensi
    -

Linux su, sudo, sudo su | Penjelasan dan pengertian "su, sudo, sudo su" di Linux

A. Pendahuluan.
Hak akses pada linux dibuat secara aman ketika user biasa mengubah atau megotak atik sistem diperlukan memiliki hak akses Administrator Linux (root).
B. Latar Belakang.
Untuk mempelajari perintah Su, Sudo, Sudo Su.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar memahami Perintah Su, Sudo, Sudo Su.
D. Pembahasan.
SU (Super User) merupakan perintah pada command-line Linux. Dengan perintah "su", user dapat beralih dari User biasa ke Administrator (root). Sedangkan Sudo adalah perintah command-line Linux yang berfungsi untuk menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari Administrator (root). Sudo dapat digunakan oleh user yang masuk group susoers atau di file /etc/sudoers. 
Pada saat dijalankan, diperlukan password user yang menjalankan sudo tersebut, tetapi bisa juga dibuat untuk meminta password root atau tanpa password sama sekali. Secara default password yang dimasukkan tadi akan disimpan selama 15 menit, dan 15 menit ke depan anda akan diminta memasukan password lagi.
"sudo su" merupakan perintah command-line Linux. Apabila kalian memiliki akses root, maka sudo akan melakukan perintah sebagai superuser  "sudo su" yang memberikan akses penuh root agar user biasa dapat bertingkah seperti super user (sudo -> super user do) sehingga user biasa pun dapat leluasa mengakses dan mengubah sistem.  Perintah ini berlaku sampai kita yang menutup terminal, tidak sama seperti perintah pada "sudo". Dan perintah ini secara default tersedia untuk ubuntu dan perintah ini universal maksudnya perintah ini umum dalam mencakup perintah dalam terminal dan kita akan lihat perbedan kedua tampilan perintah tersebut.
E. Kesimpulan.
Sudo merupakan perintah command-line yang dimana mengizinkan user biasa untuk mengubah atau memodifikasi dalaman Sistem Linux.
F. Referensi.
    -

Proses Booting Linux | Pengertian dan penjelasan Proses booting Linux

A. Pendahuluan.
Proses Booting sangat melekat pada sebuah proses komputer mulai dari mati sampai komputer hidup.
B. Latar Belakang.
Untuk mengetahui dan memahami proses booting pada Komputer
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa mengerti dan paham proses booting pada Komputer.
D. Pembahasan.
Booting merupakan proses perjalanan penyalaan komputer awal sampai pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap perangkat. Proses Booting dibagi menjadi beberapa jenis, ada proses Cool Booting dan Warm Booting. Cool booting, merupakan proses menghidupkan komputer pada saat perangkat komputer itu dalam keadaan mati atau belum menyala. Inilah Booting utama yang dilakukan dengan cara menekan tombol Power. Warm booting, merupakan proses menghidupkan komputer di saat perangkat komputer sudah menyala dan teraliri listrik. Proses ini sering disebut dengan Restart. Tujuannya adalah untuk mengulang kembali proses komputer dari awal karena sebelumnya terjadi beberapa gangguan seperti Crash program atau sekedar ingin melakukan pengaturan ulang sistem. Pada sistem operasi populer seperti Microsoft Windows modern telah tersedia opsi khusus bagi para penggunanya untuk melakukan proses Warm Booting yakni melalui menu Restart. Sedangkan penggunaan dengan Hardware dapat ditempuh dengan menekan tombol Reset pada CPU jika ada.

Urutan booting pada linux : 
  1. BIOS: Basic Input/Output System merupakan interface level paling bawah yang menghubungkan antara komputer dan periperalnya. BIOS melakukan pengecekan integritas memori dan mencari instruksi pada? Master Boot Record (MBR) yang terdapat pada floppy drive atau harddisk. 
  2. MBR menjalankan boot loader. Di linux, boot loader yang sering dipakai adalah LILO (Linux Loader) dan GRUB (GRand Unified Boot loader). Pada Red Hat dan Turunannya menggunakan GRUB sebagai boot loader. 
  3. LILO/GRUB akan membaca label sistem operasi yang kernelnya akan dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai dipanggil. Untuk mengkonfigurasi file grub, buka filenya di /boot/grub/grub.conf 
  4. Setelah itu, tanggung jawab untuk booting diserahkan ke kernel. Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel yang dipergunakan, mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek memory, dan sebagainya. 
  5. Kernel yang dipanggil oleh bootloader kemudian menjalankan program init, yaitu proses yang menjadi dasar dari proses-proses yang lain. Ini dikenal dengan nama The First Process. Proses ini mengacu pada script yang ada di file /etc/rc.d/rc.sysinit. 
  6. Program init kemudian menentukan jenis runlevel yang terletak pada file /etc/inittab. Berdasarkan pada run-level, script kemudian menjalankan berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga sistem dapat berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang mengatur servis yang akan dijalankan misalnya single user, reboot, shutdown, dan sebagainya. Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak pada direktori /etc/inittab.
E. Kesimpulan.
Proses booting adalah urutan dimana proses mulai dari komputer belum hidup sampai komputer dibisa dioperasikan.
F. Referensi.
    -

32-bit & 64-bit Prosessor | Perbedaan Prosessor 32-bit & 64-bit

A. Pendahuluan.
Pada arsitektur Prosessor ada dua jenis yaitu 32-bit dan 64-bit, dimana itu untuk membedakan daya kemampuan dan batasan pada prosessor itu sendiri.
B. Latar Belakang.
Untuk pemahami dan mengerti perbedaan arsitektur pada prosessor.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar paham dan mengerti perbedaan arsitektur Prosessor.
D. Pembahasan.
Pada setiap CPU memiliki yang namanya Arsitektur sebagai pembagian performa dan kegunaan pada setiap CPU, Arsitektur ada 32-bit dan 64-bit pada Prosessor atau CPU.

Arsitektur 32-bit memiliki jalur pita data sebesar 32-bit dan memiliki register prosesor sebesar 32-bit, begitu pula dengan arsitektur 64-bit yang memiliki jalur pita data sebesar 64-bit dan register prosesor sebesar 64-bit. Register merupakan sejumlah kecil memori komputer yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap program-program komputer dengan menyediakan akses yang cepat terhadap nilai-nilai yang umum digunakan Register prosesor inilah yang digunakan untuk melakukan macam-macam operasi. Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan. Secara teori, pada saat memori melakukan proses baca-tulis ( load-store ) maka register 64-bit mampu melakukan proses 2x kecepatan register 32-bit, tetapi ini hanya teoritis saja, pada kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain baca-tulis, proses matematis, proses vector, dan lain-lain. Pengaruh ukuran register terhadap presisi. Secara gampangnya, makin panjang register, maka makin banyak angka-angka dibelakang koma yang dapat dihitung secara akurat. Sebagai gambaran: misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jauh lebih presisi ). 

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori.
Pada arsitektur 32-bit, register alamat mampu menunjukkan posisi memori dari 0 s/d 4.294.967.295 ( 4 GiB  – 1 ). Maka dari itu pada arsitektur 32-bit muncul batasan 4 GiB pada sistem arsitektur. Pada arsitektur 64-bit, register alamat mampu menunjukkan posisi memori dari 0 s/d 18.446.744.073.709.551.615 (16 EiB-1). Sehingga bisa dikatakan tidak ada lagi batasan 4 GiB pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.  

Pengaruh ukuran register terhadap dataset.
Dataset adalah istilah ukuran seperangkat data yang diload ke dalam memory untuk diproses dan ditulis kembali ke harddisk. System 32-bit terbatas pada dataset sebesar ( 2^32 )-1 , atau (4GiB – 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan database program ybs, maka biasanya dataset hanya sebesar 1-2 Gib saja. Artinya, sebuah database yang berukuran 20 Gib harus diproses 10-20x, sedangkan pada sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas dan dapat meload dataset sebesar ketersediaan memory, maka database yang berukuran 20 Gib dapat diload keseluruhnya (tergantung dari kapasitas memory ). Perbedaan 32-bit dan 64-bit pada dasarnya mengacu pada teknologi pemrosesan (processor) pada komputer mengenai bagaimana menangani informasi. Processor 64-bit akan mampu mereferensikan pengalamatan data lebih besar pada memory dibanding processor 32-bit, dan secara teori ini akan memproses data lebih cepat dan performance komputer menjadi lebih baik. Agar kita mendapat performa yang maksimal dari arsitektur 64-bit, sebaiknya software dan hardware yang kita milii harus mendukung. Aplikasi 32-bit bisa dijalankan pada arsitektur 64-bit dan software tersebut hanya berjalan menggunakan data 32-bit dari 64-bit kapasitasnya, sebaliknya aplikasi 64-bit tidak bias berjalan di 32-bit karena jalur data yang dibutuhkan tidak sesuai. 
E. Kesimpulan.
a
F. Referensi.

a

Perbedaan i386, i486, i586, i686 | Memahami Perbedaan i386, i486, i586, i686 pada Prosessor.

A. Pendahuluan.
Sebuah prosessor memiliki sebuah versi atau model yang berbeda beda sesuai dengan jenis dan spesifikasi Prosessor tersebut.
B. Latar Belakang.
Memahami perdebaan model pada sebuah Prosessor.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar mengerti perbedaan model pada sebuah Prosessor.
D. Pembahasan.
Model Prosessor memiliki banyak versi dengan kecepatan dan performas yang berbeda beda sesuai dengan Model versinya.

Berikut perbedaan Model Prosessor :
  1. i386 : Original Intel's i386 CPU. 
    Prosesor Intel 80386 DX (i386) atau biasa disebut 386DX adalah anggota keluarga prosesor 386 pertama yang diperkenalkan oleh Intel Corporation. 386DX merupakan prosesor 32-bit, dengan register internal 32-bit, dan data bus eksternal 32-bit. Chip ini berisi 275000 transistor yang dibangun pada desain sirkuit VLSI (Very Large Scale Integration), menggunakan desain CMOS (Complimentary Metal-Oxide Semiconductor). Chip ini dipaketkan dalam paket dengan 132-pin dan menyerap daya sebesar 400 mA. Alasan mengapa dia memakan arus yang rendah adalah karena proses manufaktur CMOS yang digunakannya.
    Chip ini tersedia dalam kecepatan antara 16 MHz hingga 33 MHz. Selain Intel, perusahaan lain seperti AMD dan Cyrix menawarkan versi sebanding dengan kecepatan 40 MHz. 386DX dapat mengalamatkan memori fisik hingga 4 GB.
  2. i486 : Intel's i486 CPU. (No scheduling)
    Intel i486 (sering disebut 486 atau 80486) merupakan penerus prosesor Intel 80386. Prosesor mikro 486 pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989. i486 sering disebut tanpa tambahan awalan 80, karena peraturan pengadilan melarang angka-angka dijadikan merk dagang (seperti 80486). Penamaan prosesor yang berdasarkan nomor kemudian benar-benar dihapus bersamaan dengan dipasarkannya penerus i486, yaitu prosesor Pentium. Dari sisi penilaian perangkat lunak, instruction set dari keluarga i486 sangatlah mirip dengan pendahulunya, Intel 80386 dengan beberapa sedikit instructions tambahan.
    Dari sisi penilaian perangkat keras, arsitektur dari i486 merupakan kemajuan besar. Prosesor ini memiliki instruksi dan data cache yang tergabung dalam suatu chip, suatu floating-point unit (FPU) tambahan pada chip (khusus model DX), dan bus interface unit yang ditingkatkan kemampuannya. Sebagai tambahan, pada kondisi optimal, inti prosesor dapat menjaga kecepatan eksekusi dari satu instruksi per clock cycle. Perbaikan ini secara kasar melipatgandakan kinerja dari Intel 80386 dalam clock rate yang sama. Meskipun demikian, beberapa model i486 ternyata lebih lambat daripada prosesor 386 tercepat, khususnya 'SX' i486.

  3. Perbedaan antara 80386 dan 80486 

    Data/Instruction Cache -pada 8192-byte (8 kB) SRAM tertanam pada inti processor,dibuat untuk menyimpan penggunaan instruksi biasa.386 mendukung off-chip cache,tetapi ini sangatlah lambat.

    Pipelining - ini mengizinkan processor untuk melakukan LocateFetchExecute setiap putaran waktu (clock cycle). Pipeline merupakan penganti informasi pelaksanaan alur instruksi yang dibutuhkan dari dua putaran waktu sebelumnya.tempatnya haruslah diberikan pada fetch berikutnya,fetch haruslah diberikan pada pelaksanaan berikutnya.386 perlu melakukan instruksi secara terpisah.

    Peningkatan performance MMU
    Terintegrasi FPU- (hanya model DX saja) penambahan fungsi matematika.

  4. i586 / pentium : Intel Pentium Classic CPU (no MMX support) 
    Pentium adalah generasi kelima dari arsitektur prosesor mikro x86 buatan Intel Corporation, yang desainnya dibuat oleh Vinod Dham. Pentium merupakan penerus dari jajaran prosesor 486, dan mulai dijual ke pasaran pertama kali pada tanggal 22 Maret 1993. Nama asli (kode) Pentium adalah 80586 atau i586, untuk mengikuti penamaan generasi sebelumnya.

    Pentium merupakan prosesor pertama dari Intel yang menggunakan arsitektur superskalar, sehingga walaupun Pentium merupakan prosesor yang bersifat CISC, Pentium dapat bekerja seperti layaknya prosesor RISC, meskipun pada saat itu belum ada aplikasi yang mampu mengutilisasinya.

  5. i686 / pentiumpro : Intel PentiumPro CPU 
    Pentium Pro adalah mikroprosesor berarsitektur x86 buatan Intel. Prosesor ini merupakan jajaran teratas dari prosesor Pentium pada tahun 1995. Kinerja untuk aplikasi 32-bit yang tinggi, cache L2 dalam tubuh yang berjalan setara dengan kecepatan prosesor hingga 1.024 KB (1 MB) adalah keunggulannya. Kata Pro dalam Intel Pentium Pro merupakan singkatan dari Precision RISC Organization, bukannya Professional seperti dugaan banyak orang.

    Chip Pentium Pro sangat unik jika dibandingkan dengan prosesor lain karena konstruksinya yang sama sekali berbeda. Intel Pentium Pro menggunakan konstruksi Multi-Chip Module (MCM), berbeda dengan Pentium MMX yang hanya menggunakan konstruksi Single-Chip Module. Konstruksi MCM ini disebut oleh Intel sebagai PGA Dual-Cavity.
E. Kesimpulan.
Diatas adalah perbedaan model prosessor dan versinya, semoga bermanfaat
F. Referensi.
    -

Apa itu MAC Address? | Pengertian dan Fungsi MAC Address

A. Pendahuluan
Pada perangkat akan ada sebuah identitas perangkat dimana pada perangkat satu dengan yang lain pasti beda. Identitas tersebut disebut MAC Address.
B. Latar Belakang
Memahami sebuah MAC Address pada setiap perangkat Jaringan.
C. Tujuan dan Manfaat
Agar dapat memahami apa itu MAC Address.
D. Pembahasan
MAC Address yaitu hampir sama dengan IP Address yang membedakan adalah IP Address itu adalah Alamat logic (Logika) dan MAC Address adalah Alamat Physical (Fisik). Jadi bisa diartikan bahwa MAC Address adalah Sebuah alamat unik pada perangkat. Contoh dari perangkat komputer tersebut adalah NIC, Wireless adapter, Router, dan Perangkat Jaringan lain.

MAC Address terletak pada OSI Layer ke 2 yaitu Data Link. Selain itu OSI Layer ke 2 Juga dipakai oleh Switch yang mana kerjanya hanya meneruskan saja tidak merouting Paket. MAC Address menjadi alamat kedua selain IP Address, MAC Address biasa masuk pada list ARP di sebuah jaringan untuk dicocokan dengan IP Address.

MAC Address menggunakan Bilangan HexaDesimal untuk penulisannya yaitu bilangan 0 - 8 dan A-F. Dan penulisan ada 12 digit angka dan setiap 2 digit akan di batasi dengan titik 2 (:) pada setiap MAC Address pada perangkat. Contoh penulisannya D8:F8:80:AD:B4:2C.

Fungsi :

  1. Digunakan sebagai Alamat perangkat.
  2. Digunakan sebagai Alamat selain IP Address sebagai syarat komunikasi pada Jaringan.

Cara Kerja :
MAC Address mengizinkan perangkat untuk berkomunikasi antara perangkat satu ke perangkat lain. Sebagai contohnya digunakan pada Ethernet pada sebuah Komputer disitu berarti MAC Address menjembatani antara Komputer, Jaringan dan Komputer lain biar bisa komunikasi.

Prinsip :
MSelain IP Addres sebuah perangkat akan bisa berkomunikasi jika memiliki MAC Address, dan pada setiap perangkat akan memiliki MAC Address berbeda-beda. Jika MAC Addres tidak ada atau di Blokir apakah sebuah akan bisa berkomunikasi?. Jawabannya : Tidak, jika untuk jaringan lokal tidak bisa komunikasi karena MAC Address salah satu Alamat yang dibutuhkan untuk komunikasi pada Jaringan lokal. Apakah untuk jaringan non lokal tanpa MAC Addres bisa berkomunikasi? Jawabanya : Bisa karena pada Jaringan non lokal atau global lebih banyak komunkasi menggunakan IP Address karena di Jaringan Global atau Internet hanya mengenal yang namanya IP Public.

E. Kesimpulan
MAC Address adalah Alamat pada sebuah perangkat yang berjalan pada OSI Layer ke 2 yaitu Data-Link.

F. Referensi
    -

Apa itu File Sharing | Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja File Sharing

A. Pendahuluan
Pendistribusian File digunakan untuk mempermudah untuk membagikan suatu file atau data pada Komputer satu ke komputer lain. Untuk pendistribusian itu menggunakan yang namanya File Sharing.

B. Latar Belakang
Untuk memahami Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja dari File Sharing.

C. Tujuan dan Manfaat
Agar memahami Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja dari File Sharing.

D. Pembahasan
File Sharing digunakan untuk membagikan File dari komputer satu ke komputer lain dengan media Jaringan. File sharing sering digunakan untuk berbagi file pada suatu instansi ataupun perusahaan di komputer - komputer yang satu jaringan. Untuk mempermudah antar pegawai atau karyawan biar tidak ribet - ribet kesana kemari minta file penting.

Fungsi :
Membagikan file dari komputer satu ke komputer lain itu adalah fungsi utama daripada File Sharing dengan media Jaringan agar lebih mudah untuk membagikan File.

Cara Kerja :
Pada suatu komputer membagikan File atau Folder pada Jaringan dengan User dan Password semua dengan yang dibuat. Dan Komputer lain mengakses dengan menggunakan File menager dan membuka bagian Network dan memasukkan User dan Passwordnya. Untuk hak akses sesuai yang telah disetting pada Komputer yang membagikan File tersebut.

E. Kesimpulan
File Sharing digunakan untuk mempermudah pembagian atau pengeshare-an File dengan menggunakan media Jaringan.

F. Referensi
    -

Apa itu VPN ? | Pengertian, Fungsi Cara Kerja VPN

A. Pendahuluan
Pembuatan Jalur privat biasanya di butuhkan untuk  menghubungkan dua jaringan atau lebih yang jaraknya jauh. Dan pembuatan Jaringan Privat itu menggunakan VPN (Virtual Private Network).

B. Latar Belakang
Memahami dan mengerti tentang Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja VPN.

C. Tujuan dan Manfaat
Agar paham apa itu Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja VPN.

D. Pembahasan
VPN (Virtual Private Network) adalah Sebuah layanan yang digunakan untuk membuat jalur pribadi pada seuatu jaringan yang menghubungkan 2 Jaringan atau lebih pada jarak yang jauh. Pada pasalnya VPN biasanya digunakan untuk membuat jalur yang menghubungkan antar dua Jaringan misalnya menghubungkan Jaringan antara perusahaan pusat dan cabang.

Fungsi :
Sama halnya dengan pengertian fungsi dari VPN yaitu :

  1. Membuat jalur privat antara 2 jaringan atau lebih.
  2. Menghubungkan 2 jaringan atau lebih pada jarak yang berjauhan.
Prinsip :
Dua jaringan sudah terhubung dan bisa berkomunikasi melalu publik. Jadi ada server yang membuat layanan membuat Jalur pribadi jadi yang hanya bisa diketahui oleh pihak tersebut. Dan biasanya jalur untuk publik akan di tutup yang akan digunakan adalah VPN tadi untuk menjaga privasi dan keamanan.

Cara Kerja :
Pasalnya sebelumnya 2 Jaringan sudah bisa berkomunikasi secara publik. Karena itu bisa dibuat jalur Pribadi untuk komunikasi dengan medianya utami internet untuk tahap awal pembuatan VPN. Terus Server mengarahkan pada semua komunikasi antara 2 Jaringan yang terhubung dengan VPN melalui VPN.
E. Kesimpulan
VPN adalah Jalur Pribadi yang digunakan untuk menjaga keamanan agar tidak ada sabotase jaringan.
F. Referensi
     -

Apa itu NTP ? | Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja NTP

A. Pendahuluan
Untuk mengkonfigurasi waktu pada perangkat atau komputer harus disetting satu persatu, Dengan NTP akan ada server sabagai pusat waktu yang nanti bisa digunakan untuk mengintergrasikan waktu pada suatu Jaringan.

B. Latar Belakang
Untuk mengetahui apa pengertian fungsi dan cara kerja NTP.

C. Tujuan dan Manfaat
Agar dapat memahami tentang pengertian, fungsi, dan cara kerja dari NTP.

D. Pembahasan
NTP (Network Time Protocol) adalah Protokol yang berfungsi sebagai layanan penyedia konfigurasi Waktu yang perpusat dan terintergrasi dari satu komputer dengan komputer lain dengan waktu yang terpusat pada Server. Biasanya NTP digunakan sebagai penyetting waktu agar semua waktu pada komputer sama dan lebih mudah tidak setting satu per satu.

Fungsi :

  1. Digunakan untuk mengintergrasikan waktu pada suatu daerah atau instansi.
  2. Digunakan untuk memudahkan dalam penyettingan Waktu yang terpusat.

Cara Kerja :
Server menyetting perent time atau biasanya Zona Waktu, lalu Server membuat layanan NTP dengan waktu yang semua dengan Zona Waktu untu didistribusikan. Lalu user Client meminta dan mencari Server yang menyediakan NTP lalu Server Layanan NTP untuk diberikan pada Client.
Perbedaan :

  1. NTP Server adalah sebuah komputer yang menyediakan NTP untuk didistribusikan pada Client.
  2. NTP Client adalah sebuah komputer yang menggunakan Layanan yang disediakan oleh NTP Server.

E. Kesimpulan
NTP (Network Time Protokol) digunakan untuk menyamakan Waktu pada komputer disuatu Jaringan.

F. Referensi
    -

Apa itu FTP? | Pengertian dan fungsi FTP

A. Pendahuluan
Biasanya bertukar data pada harus menggunakan Perangkat Keras seperti Flashdisk, Harddisk, Floppy Disk, Dll. Jika tidak ada semua itu? apakah tidak bisa bertukar data?. Jawabannya bisa yaitu melalui FTP (File Transfer Protocol).
B. Latar Belakang
Untuk memahami pengertian, cara kerja dan Fungsi FTP (File Transfer Protocol).

C. Manfaat dan Tujuan
Agar bisa paham dan mengerti apa itu FTP, Cara kerja dan Fungsi FTP.

D. Pembahasan
FTP (File Transfer Protocol) adalah Sebuah Protokol yang digunakan untuk mengirim, menerima atau berbagi File. Dalam artian protokol yang digunakan untuk sharing File. Protokol ini lebih sering digunakan untuk sebagai repositori atau untuk mengirim File dari Client ke Server ataupun dari Server ke Client.

Fungsi :

  1. Digunakan untuk Sharing File.
  2. Mempermudah pemindahan data dari Server atau menuju Server.
  3. Untuk Media transfer File melalui Media Jaringan.
  4. Dapat difungsikan sebagai Cloud Storage.


Cara Kerja :
Server memberikan Layanan FTP dan membuat user untuk FTP, Lalu Client sebagai pengguna layanan mendapat akses sesuai dengan user Client bisa mengunggah, mendownload, menghapus File yang terdapat pada FTP sesuai dengan Hak Aksesnya.

Port :
FTP (File Transfer Protocol) menggunakan port 21 untuk control dan dialog koneksi dan Port 20 untuk FTP-Data (Default data). FTP masuk dalam Protokol UDP/TCP dengan port 20-21 yang digunakan. Pada saat menjalin koneksi Client menggunakan port 1043 dan server menggunakan port 21. Sedangkan saat Upload Client menggunakan port 1045 dan Server menggunakan port 20. Dan saat server aktif listening digunakanlah port 21.

Kelebihan :

  1. Mempermudah mengunggah file.
  2. Dapar menransfer data.
  3. Lebih efisien.
  4. Proses transfer langsung dalam satuan banyak sekaligus.
  5. Dapat tukar menukar file.
Kekurangan :
  1. Kurang aman karena file dalam bentuk utuh tidak terenkripsi saat pengunggahan.
  2. Penggunakan account sering kali ada tabrakan yang membuat bingung administrator.

FTP Fitur :
Pada FTP bisa dilakukannya Upload maupun Download sesuai dengan setting Hak Akses pada masing2 FTP atau Account FTP itu sendiri.

  1. Upload adalah proses pengunggahan data dari Client menuju Server.
  2. Download adalah proses pengunduhan data dari Server ke Client.
FTP Dibedakan menjadi 2 Account :
  1. Anonymous yang artinya Account tanpa nama yang bisa diakses oleh siapapun tanpa adanya Authentification terlebih dahulu untuk menggunakan FTP.
  2. Account yang artinya memiliki nama dan memiliki Permission atau Hak Akses dan tidak semua orang biasa mengaksesnya karena terbatas pada User tertentu saja.

Perbedaan :

  1. FTP Server berarti Sebuah komputer yang menyediakan layanan FTP.
  2. FTP Client berarti Sebuah komputer yang menggunakan layanan FTP.

E. Kesimpulan
FTP digunakan untuk mempermudah pengiriman data menggunakan media Jaringan sekaligus digunakan sebagai tempat repositori File-file.

F. Referensi
    -

Apa itu NAT? | Pengertian dan Konsep Network Address Translation (NAT)

A. Pengertian
NAT (Network Address Translations) adalah Sebuah pemetaan satu ruang lingkup Alamat IP ke rungan IP lain dengan cara memodifikasi informasi alamat jaringan di dalam Header IP pada paket yang saat ditransit pada lalu lintas Jaringan.  Hal ini digunakan sebagai  pintasan untuk menghindari kebutuhan untuk membaca ulang setiap host ketika jaringan dipindahkan.
B. Latar Belakang
Pada setiap Jaringan akan ada dimana kita pindah ruang jaringan. Misal dalam mengakses internet akan ada pemindahan IP dari IP lokal Menuju IP Publik. Di Artikel ini akan menjelaskan tentang NAT karena didalam Jaringan Publik akan menerapkan metode NAT.
C. Manfaat dan Tujuan
Agar memahami tentang NAT pada sebuah jaringan. Agar bisa memahami Konsep pemetaan NAT dan juga Fungsi dari NAT.
D. Pembahasan
Konsep sederhana NAT yaitu menyediakan IP Address satu ke satu.  Pada tipe NAT ini, hanya alamat IP, checksum header IP, dan checksum tingkat lebih tinggi yang menyertakan alamat IP diubah. NAT Basic dapat digunakan untuk menghubungkan dua jaringan IP yang memiliki pengalamatan yang tidak kompatibel.
Konsep NAT Satu ke Banyak yaitu NAT memetakkan IP Lokal ke dalam IP Terbuka. Dalam konfigurasi jaringan NAT, Jaringan Lokal menggunakan salah satu subnet IP Address Pribadi yang didapat dari Router atau Access Point yang terhubung oleh perangkat. Router juga terhubung dengan Internet dengan IP Address Publik yang Disediakan oleh ISP (Internet Service Provider) disitulah tugas NAT berjalan dengan membuat Satu IP Publik untuk banyak IP Lokal agar mudah memenejemennya tanpa harus pendeklarasikan satu IP Lkal satu IP Publik.
Tipe - tipe pada Layanan NAT :
  1. Statik NAT
  2. Menerjemahkan beberapa IP Address tidak terdaftar menjadi IP Address yang terdaftar sehingga setiap Client dipetakkan kepada IP Address yang terdaftar dengan jumlah yang sama. Dalam artian Statik NAT memetakkan IP Lokal ke IP Publik yang bisa Akses internet dengan cara statik dengan Jumlah IP Lokal sama dengan IP Publik, Jadi satu IP Lokal dapat satu IP Publik.
  3. Dinamik NAT
  4. Menerjemahkan dari beberapa IP Address yang tidak terdaftar menjadi IP Address yang terdaftar dengan jumlah tidak sama dengan IP Address yang tidak terdaftar, yang jumlahnya lebih sedikit. Dalam artian Dimanik NAT memetakkan seditkit IP Publik ke Beberapa IP Lokal yang jumlahnya lebih banyak.
Jenis - jenis NAT :
  1. Full cone NAT
  2. Restricted cone NAT
  3. Port restricted cone NAT
  4. Symmetric NAT
NAT Overload
Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metoda port multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound.
Cara Kerja NAT :
  1. NAT menerima paket data dari klien yang ditujukan ke suatu server remote di internet.
  2. NAT mencatat alamat IP klien tersebut, dan menyimpannya ke dalam address translation table.
  3. NAT merubah alamat IP asal yang berada pada paket menjadi nomor IP NAT, dan meneruskan paket ke server remote.
  4. Ketika respon dari server remote di terima oleh NAT, maka NAT akan merubah alamat tujuan pada paket tersebut menjadi alamat IP klien yang bersangkutan.
  5. NAT mengirim paket tersebut ke klien.
Keuntungan penggunaan NAT, antara lain :
  1. Menghemat alamat IP Publik yang ditetapkan ISP.
  2. Mengurangi terjadinya duplikat pada IP Lokal.
  3. Akses internet lebih Fleksibel.
  4. Menghindari pengalamatan IP Address ulang.
  5. Meningkatkan keamanan sebuah jaringan.
  6. Memberikan keluwesan dan performa dibandingkan aplikasi alternatif setingkat proxy.
Kerugian penggunaan NAT, antara lain :
  1. Delay yang timbul karena Transmiting.
  2. Trace menghilang.
  3. Tidak berjalannya Aplikasi tertentu Akibat NAT.
E. Kesimpulan
NAT berperan pada proses akses Internet yang mentranslasikan IP Perangkat atau IP Lokal menjadi IP Publik yang disediakan ISP.
F. Referensi

Apa itu Firewall? part 2 | Jenis - jenis Firewall

A. Pengertian
Firewall adalah Sebuah system keamanan yang digunakan untuk mencegah akses paket yang tidak sah ke jaringan. Atau simplenya Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang digunakan untuk membatasi akses antara Server atau internet kapada Client agar dapat terjaga keamanan jaringan.
B. Latar Belakang
Pada Firewall ada banyak jenis Firewall yang digunakan untuk jaringan. Artikel ini membahas tentang Jenis - jenis Firewall. Dan juga untuk meneruskan Artikel sebelumnya tentang Pengertian Firewall.
C. Manfaat dan Tujuan
Agar dapat mengerti Jenis - jenis Firewall, Paham fungsi masing-masing jenis Firewall tersebut.
D. Pembahasan
Firewall Memilki banyak ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan pada jaringan, Misal jaringan yang dibuat memiliki hak akses masuk yang diperbolehkan IP Address tertentu atau Port tertentu bahkan MAC Address tertentu berarti Jaringan itu menggunakan Filter Paket.
Berikut ini merupakan Jenis - jenis Firewall :
  1. Packet Filter
  2.       
    Jenis firewall yang pertama ini merupakan jenis yang paling simple. Firewall yang satu ini merupakan sebuah computer yang dibekali dengan dua buah Network Interface Card (NIC) yang mana fungsinya menyaring berbagai paket yang masuk. Umumnya, perangkat ini dikenal dengan packet-filtering router.
  3. Circuit Level Gateway
  4.       
    Jenis berikutnya yaitu Circuit Level Gateway. Jenis ini umumnya baerupa komponen suatu proxy server. Tidak hanya itu, firewall tersebut beroperasi dalam level yang memang lebih tinggi pada model referensi OSI ketimbang jenis Packet Filter Firewall. Firewall ini tepatnya bekerja pada lapisan sesi (session layer). Adapun modifikasi dari jenis firewall ini cukup berguna bagi siapa saja yang ingin menyembunyikan informasi yang berkaitan dengan jaringan terproteksi, meskipun firewall jenis ini tak melakukan penyaringan atas beragam paket individual dalam suatu koneksi.
  5. Application Level
  6.       
    Jenis selanjutnya kita kenal dengan Application Level Firewall yang mana jenis ini dapat disebut sebagai Application Level Gateway atau application proxy. Penggunaan firewall ini akan mengakibatkan tidak dibolehkannya paket untuk masuk melewati firewall tersebut secara langsung. Namun demikian, aplikasi proxy pada suatu computer yang mengaktifkan firewall akan mengalihkan permintaan tersebut pada layanan yang ada dalam jaringan privat. Kemudian meneruskan respons permintaan tersebut ke computer atau PC yang pertama kail membuat permintaan dimana letaknya berada di jaringan publik.
  7. Network Address Translation (NAT)
  8.        
    Disingkat dengan NAT, jenis firewall yang satu ini menyediakan proteksi secara otomatis terhadap system di balik firewall. Pasalnya, Firewall berjenis NAT ini hanya mengizinkan koneksi dari computer yang letaknya di balik firewall. Sementara itu, tujuan NAT firewall yaitu melakukan multiplexing pada lalu lintas jaringan internal lalu menyampaikannya ke jaringan semacam WAN, MAN ataupun jaringan Internet yang memang lebih luas jaringannya.
              Hal ini membuat paket tersebut seolah-olah berasal dari sebuah IP address. Di samping itu, NAT membuat tabel yang berisikan informasi tentang koneksi yang dijumpai oleh firewall. Fungsi dari tabel ini yaitu memetakan alamat suatu jaringan internal ke eksternalnya. Adapun kemampuan dalam meletakkan seluruh jaringan di balik IP address berdasarkan pada pemetaan port-port NAT firewall.
  9. Stateful Firewall
  10.        
    Jenis Firewall yang satu ini dikenal sebagai sebuah firewall dengan fungsinya dalam menggabungkan berbagai keunggulan yang biasanya ditawarkan oleh firewall berjenis packet filtering, Proxy dan Circuit Level dalam suatu system. Firewall jenis ini dapat melakukan filtering pada lalu lintas atas dasar karakteristik paket, sebagaimana halnya filtering berjenis packet filtering serta memiliki pengecekan pada sesi koneksi guna meyakinkan kalau sesi koneksi tersebut diizinkan.
  11. Virtual Firewall
  12.        
    Yang perlu juga anda ketahui yaitu adanya virtual firewall dimana nama virtual tersebut adalah sebutan yang dialamatkan pada firewall logis tertentu yang berada dalam suat perangkat fisik (seperti computer maupun perangkat firewall yang lain). Pengaturan dari firewall ini memperbolehkan beberapa network untuk dapat diproteksi oleh firewall yang memiliki keunikan dimana fungsinya menjalankan kebijakan keamanan system yang tentunya unik juga, cukup dengan memanfaatkan sebuah perangkat.
           Dengan memanfaatkan firewall tersebut, sebuah ISP atau Internet Service Provider dapat menghadirkan layanan firewall untuk para pelanggannya agar lalu lintas dari jaringan mereka akan selalu aman, yaitu hanya dengan memfungsikan sebuah perangkat. Tentunya, ini akan menjadi langkah penghematan biaya (efisiensi) yang signifikan, walaupun firewall jenis yang satu ini hanya ditemukan pada firewall yang berasal dari kelas atas, misalnya Cisco PIX 535.
  13. Transparent Firewall
  14.            Di antara jenis-jenis firewall yang telah disebutkan sebelumnya, jangan pernah lupakan jenis yang terakhir, yaitu Transparent Firewall. Jenis ini bisa juga disebut dengan bridging firewall yang mana bukanlah merupakan firewall murni, akan tetapi hanya sebuah turunan atas satateful firewall. Transparent firewall melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh firewall jenis packet filtering, sebagaimana halnya stateful firewall serta tak Nampak oleh pengguna. Maka dari itu jenis firewall yang satu ini bernama Transparent Firewall.
Baca artikel selanjutnya (Pengertian Firewall).
E. Kesimpulan
Jenis - jenis pada Firewall beragam mulai dari Filter Paket sampai Transparent Firewall yang semuanya itu digunakan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pada Jaringan.
F. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Firewall_(computing)

Apa itu Firewall? Part 1| Pengertian Firewall

A. Pengertian
Firewall adalah Sebuah system keamanan yang digunakan untuk mencegah akses paket yang tidak sah ke jaringan. Atau simplenya Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang digunakan untuk membatasi akses antara Server atau internet kapada Client agar dapat terjaga keamanan jaringan.

B. Latar Belakang
Dalam sebuah jaringan pasti akan ada sebuah pembatas yang berada diantara Server dan Client. Firewall adalah salah satu pembatasannya, Sebagai seorang Networking Engineer harus mengenal sebuah Firewall agar dapat Mengamankan jaringan yang dibuat.

C. Manfaat dan Tujuan
Untuk pembelajaran Materi tentang Firewall agar dapat mengerti Apa itu Firewall dan digunakan untuk apa, serta cara kerjanya.

D. Pembahasan
Konsep dasar Firewall yaitu sebagai pembatas antar Client dan Server agar keamanan sebuah Server ataupun Jaringan bisa terjaga dan dapat dikendalikan oleh Server. Pada Jaringan yang digunakan pada saat ini semua paket ataupun jalannya sebuah komunikasi jaringan melalui Firewall terlebih dahulu apabila Firewall melarang akses jalannya Pake atau Komunikasi tersebut akan ditolak atau dikembalikan.

Fungsi Firewall sebagai pengontrol, mengawasi, mengatur, memfilter, arus paket pada sebuah jaringan. Semua paket pada jaringan akan melalui Firewall untuk di kontrol dan dianalisa manakah paket yang diizinkan masuk dan ditolak masuk.

Bentuk Paket yang dikontrol yang melewati Firewall meliputi :
  • IP Address Paket Data.
  • Port TCP/UDP Paket Data.
  • Informasi yang tersimpan dalam Paket Data.
Manfaat Firewall agar bisa mejaga informasi pada sebuah server atau jaringan agar tidak bisa ditembus dan informasi keluar dalam lingkup jaringan tersebut. Dapat memfilter Paket yang masuk maupun keluar tanpa Hak Akses yang diperbolehkan maupun tidak diperbolehkan. Bisa memodifikasi paket data yang masuk ke Firewall proses ini disebut Network Address Translation (NAT). Selain memodifikasi Paket Firewall juga manfaatnya untuk mencegah modifikasi data yang tidak sah yang dilakukan oleh Paket masuk pada Server.

Cara Kerja Firewall :
Paket pada lalu lintas jaringan sebelum masuk ke server akan melalui Firewall, Firewall akan menganalisa Paket tersebut apakah mendapatkan akses masuk ke Server atau ditolak. Apabila Paket mendapatkan akses untuk masuk, Firewall akan mengizinkan paket masuk Ke Server. Dan apabila Paket yang ditolak akses untuk masuk, Firewall akan mendrop paket atau menjatuhkan Paket untuk tidak masuk Ke Server. Pada Komputer memiliki banyak port-port dan Firewall akan menutup port-port dan tetap membiarkan port-port tertentu terbuka.

Proses Inspeksi Paket merupakan proses yang dilakukan oleh Firewall untuk melarang dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses yang diterapkan oleh seorang admin.

Baca artikel selanjutnya (Jenis - jenis Firewall).

E. Kesimpulan
Firewall digunakan untuk membatasi antara Server dan Client, yang dibatasi terutama adalah Paket yang masuk dan keluar yang melalui Jaringan dan juga memberi Akses atau menolak Akses masuk ke Server.

F. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Firewall_(computing)

Pengawalan Jaringan | Langkah Membuat Installasi Jaringan

A. Pengertian
     Jaringan adalah Komunikasi antara dua hal yang saling terhubung dan saling berkomunikasi antara dua hal atau lebih.
B. Latar Belakang
     Pada sebuah installasi jaringan membutuhkan sebuah perencanaan dan pengalawan yang harus tersetruktur pada artikel ini menjelaskan tentang pengawalan sebelum membuat jaringan.
C. Manfaat dan Tujuan
     Agar bisa merencanakan secara tersetruktur dalam perencanaan pembuatan jaringan.
D. Pembahasan
     Untuk pengawalan atau sebelum kita membuat sebuah Jaringan harus memperhitungkan persiapannya dan segala sesuatu yang akan di butuhkan dalam pembuatan Jaringan. Misal : ada project installasi jaringan pada sekolah dengan menghubungkan pada setiap gedung - gedung salig terhubung dan mampu komunikasi. Jadi kita harus merencana segala sesuatunya sebelum installasi jaringan dimulai.

Hal - hal yang harus dilakukan sebelum Installasi sebuah jaringan :
  1. Merumuskan masalah, Maksudnya kita merumuskan sebuah susunan hal - hal masalah misal : dalam sebuah sekolah menginkan sebuah komunikasi antar semua gedung dengan berbasis digital.
  2. Mencari penyelesaian dari perumusan masalah sebelumnya, misal : Pada masalah yang ada solusi apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  3. Setelah masalah terpecahkan dan kita mulai buat Topologi Jaringan sesuai dengan Solusi dari masalah tadi. Buat infratrukture Jaringan yang ingin dibuat mau dibuat seperti apa dengan model bagaimana dan membutuhkan alat dan bahan apa saja.
  4. Setelah Topologi, Alat, Bahan dan semuanya sudah di data setelah itu buat RAB (Rancangan Anggaran Biaya) semua kebutuhan yang digunakan untuk installasi jaringan.
  5. RAB sudah direncanakan semua itu diakumulasi paling meminimalisir dana akan tetapi juga memaksimalkan sebuah spesifikasi bahan ataupun alat. Lalu menyiapkan semua alat dan bahan semua untuk kebutuhan Installasi Jaringan, jangan sampai ada yang lupa satu bahan sekalipun.
  6. Setelah semua persiapan selesai tinggal laksanakan installasi sampai semua sudah selesai terinstall.
  7. Dan yang terakhir uji coba jaringan dan cari masalah - masalah atau kesalahan dan lakukan troubleshooting sehingga Semuanya sudah bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan masalah ataupun trouble Jaringan. 
E. Kesimpulan
     Persiapan sebelum membuat atau installasi sebuah Jaringan harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan ataupu agar Jaringan yang terbuat tersetrukture dengan baik.
F. Referensi
Modul Jaringan Dasar

Apa itu Crimping? | Crimping Kabe UTP Straight

A. Pengertian
Crimping adalah cara membuat suatu kabel LAN atau kabel jaringan yang dimana memberikan konektor pada sebuah kabel jaringan agar dapat digunakan untuk sebagai penghubung antar perangkat jaringan.
B. Latar Belakang

Crimping kabel menjadi dasar sebuah pembangunan jaringan sebelum kita membuat jaringan.
C. Maksud dan Tujuan
Agar dapat melakukan crimping dengan baik dan benar.
D. Alat dan Bahan
- Kabel UTP
- Tang Crimping
- RJ45
- LAN Tester
E. Pembahasan
Kabel UTP adalah UTP singkatan dari “Unshielded Twisted Pair” yaitu jenis kabel ini terbuat dari bahan penghantar tembaga, mempunyai isolasi dari plastik & terbungkus oleh bahan isolasi yang dapat melindungi dari api dan juga kerusakan fisik, kabel UTP sendiri terdiri dari 4 pasang inti kabel yang saling berbelit dimana masing-masing pasang mempunyai kode warna berbeda.

Fungsi kabel UTP yaitu dapat digunakan sebagai kabel untuk jaringan Local Area Network (LAN) pada sistem network/jaringan komputer, dan umumnya kabel UTP memiliki impedansi kurang lebih 100 ohm, dan juga dibagi menjadi kedalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.

Kategori Kabel UTP :
Cat 1 : jenis kabel UTP dengan kualitas transmisi yang terendah, didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja.
Cat 2 : jenis kabel UTP memiliki kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Cat1, jenis atau kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan juga suara digital. Kabel ini bisa mentransmisikan data sampai 4 megabit/detik.
Cat 3 : kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2, jenis atau kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik.
Cat 4 : suatu jenis kabel UTP dengan kualitas transmisi yang jauh lebih lebih baik jika dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3) atau sebelumnya, didesain untuk mendukung komunikasi data dan juga suara sampai kecepatan 16 megabit/detik.
Cat 5 : suatu jenis kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4) atau yang sebelumnya, didesain untuk mendukung komunikasi data dan komunikasi suara pada kecepatan sampai 100 megabit/detik.
Cat 6 : jenis standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi.
Cat 7 : jenis kabel premium yang sangat cocok sekali sebagai media yang high traffic berbagai macam aplikasi dalam 1 kabel (single cable). Maksimum data yang terkirim sampai 10 Gbit/detik, dengan frekuensi 1000 Mhz.

Kabel UTP mempunyai 8 warna kabel, tiap kabel memiliki fungsinya masing-masing , yaitu :
- Putih-Jingga : Kabel warna putih-jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
- Jingga : Kabel warna jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
- Putih-Hijau : Kabel warna putih-hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
- Hijau : Kabel warna hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
- Putih-Biru : Kabel warna putih-biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara.
- Biru : Kabel warna biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara.
- Putih-Coklat : Kabel warna putih-coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC.
- Coklat : Kabel warna coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC.

Jenis-jenis kabel UTP :
1. Kabel UTP Straight



Kabel tipe straight through memiliki aturan penyusunan yang sama antara ujung konektor yang satu dengan lainnya.
Tipe kabel straight through biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, misalnya antara router dengan switch/hub, komputer ke switch dan komputer ke hub.

2. Kabel UTP Cross-Over


Kabel tipe crossover memiliki aturan penyusunan yang berbeda antara tiap ujung konektor. Tipe cross over biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama.( Misalnya antara komputer dengan komputer, router dengan router, switch dengan switch, hub dengan hub. )

3. Kabel UTP Roll-Over

Roll-Over memiliki aturan penyusunan terbalik antara ujung konektor satu dengan ujung konektor lainnya. Digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda, hampir sama dengan tipe straight through namun tipe kabel ini lebih kepada menghubungkan perangkat yang memiliki konsol ( misalnya switch dengan printer, switch dengan proyektor. )

Tutorial Crimping kabel UTP :
1. Kupas kulit kabel utp kurang lebih selebar 4 cm.
2. Susun rapi delapan kabel yang terdapat didalam sesuai dengan gambar.
3. Luruskan kabel yang bengkok.
4. Ratakan ujung kabel dengan memotong nya menggunakan sisi bawah tang Crimping.
5. Setelah urutan warna benar dan ujung kabel sudah rata, masukan kabel kedalam konektor RJ-45 , pastikan ujung kabel menyentuh ujung RJ-45, dan jepitlah menggunakan Tang Crimping.
6. Setelah menyelesaikan kedua ujung kabel, uji menggunakan Lan tester, jika semua lampu menyala, berarti kabel tersebut telah di crimping dengan benar dan bisa digunakan.
G. Kesimpulan
Crimping kabel termasuk salah satu faktor penting dalam membangun suatu jaringan, jika tidak bisa crimping kabel, jaringan yang dibuat pasti akan terganggu.
H. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Pasangan_berpilin

Apa itu DNS? | Cara Kerja dan Fungsi DNS

A. Pendahuluan
Untuk mengakses sebuah Server harus mengetahui alamat IP dari Server tersebut. Jika menggunakan Alamat IP akan sulit untuk dihafalkan untuk itu DNS (Domain Name System) di buat untuk mempermudah pengaksesan Server.

C. Tujuan dan Manfaat
Agar mengerti apa itu DNS, Cara kerja DNS, Dan Fungsi DNS. Karena itu adalah dasar pada Jaringan dan Server.

D. Pembahasan
DNS (Domain Name System) adalah sistem yang digunakan untuk menyimpan nama domain yang diubah menjadi IP Address atau sebaliknya pada Jaringan Komputer. Atau bisa disebut sebagai penerjemah atau pengubah IP Address ke Domain pada pada Jaringan Komputer.

Fungsi : 
  1. Mengubah IP Address ke nama Domain atau sebaliknya.
  2. Menyimpan dan menampilkan informasi tentang suatu Host pada Jaringan Komputer atau Internet.
Cara Kerja :
User meminta akses Server dengan Domain dan Server DNS mencari list Domain yang terdaftar dan yang sesuai diminta User. Lalu DNS mengarahkan User dari Domain ke IP Address sesuai dengan Domain. Dan service yang diminta User melalui Domain ditampilkan atau terakses User.

Manfaat :
  1. Mempermudah User atau Client untuk menikmati layanan dari server.
  2. Lebih simple untuk penulisanya karena tidak menggunakan IP Address.
DNS Zone :
Forward Lookup : Pemetaan dari Domain diubah ke IP Address.
Konsep : DNS merubah Domain ke IP Address.
Contoh : smk.sch.id ==> 36.8.96.9

Reverse Lookup : Pemetaan dari IP Addres diubah ke Domain.
Konsep : DNS merubah IP Addres ke Domain.
Contoh : 36.8.96.9 ==> smk.sch.id

E. Kesimpulan
DNS (Domain Name System) dibuat untuk mempermudah User atau Client dengan konsep merubah IP Address ke Domain atau Domain ke IP Address.

F. Referansi
    -

IP Address? part 2 | Pengertian IPv6

A. Pengertian
       Internet Protocol ( IP address ) adalah label numerik yang ditugaskan untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer yang menggunakan Internet Protocol untuk komunikasi. Sebuah alamat IP melayani dua fungsi utama: host atau identifikasi antarmuka jaringan dan pengalamatan lokasi.

B. Latar Belakang
       Sesuai dengan Artikel sebelumnya tentang Pengertian IPv4, Artikel ini melanjutkan atau part 2 Artikel Apa itu IP Address?. Untuk pengenalan IP Address tak hanya sampai pengertian aja tapi ada juga versinya. alah satunya Pada artikel ini IP Address Versi 6 atau IPv6.

C. Manfaat dan Tujuan
       Agar mengerti macam-macam versi pada IP Address yang digunakan pada jaringan diseluruh dunia. Dan sekaligus juga paham tentang IPv6 dan bentuknya bagaimana.

D. Pembahasan
       IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah protokol internet terbaru setlah IPv4. IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Tujuan utama diciptakan IPv6 karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit. Paket Link Layer pada IPv6 harus mendukung ukuran paket 1280 Byte dan harus bisa menyusun kembali paket yang berukuran 1500 Byte.

       Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32 bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128 bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

       IPv6, yang memiliki panjang 128 bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis, dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Format Alamat
       Dalam IPv6, alamat 128 bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16 bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16 bit:

0010000111011010.0000000011010011.0000000000000000.0010111100111011.0000001010101010.0000000011111111.1111111000101000.1001110001011010

       Lalu, setiap blok berukuran 16 bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Penyederhanaan bentuk alamat
       Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16 bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

       Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16 bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.

Contoh :
Alamat asli = FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2
Alamat asli yang disederhanakan = FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2
Alamat setelah dikompres = FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2

Contoh :
Alamat asli = FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
Alamat asli yang disederhanakan = FF02:0:0:0:0:0:0:2
Alamat setelah dikompres = FF02::2

       Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.

Kelebihan IPv6 dibandingkan dengan IPv4 antara lain:
  1. Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
  2. Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
  3. Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
  4. Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
  5. Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
  6. Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.Paket IPv6 terdiri dari dua bagian yaitu: Paket Header dan Paket Payload.

Ukuran paket Header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang terdiri dari:
  1. versi, 4 bit.
  2. Traffic class, 8 bit.
  3. Label Flow, 20 bit.
  4. Panjang Payload, 16 bit.
  5. Header berikutnya, 8 bit.
  6. Batasan hop, 8 bit.
  7. alamat tujuan, 128 bit
  8. alamat asal, 128 bitUkuran panjang Payload adalah 16 bit dan bisa membawa maksimum 65535 oktet.

Format Prefix
       Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.

       Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:

3FFE:2900:D005:F28B::/64Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

Jenis-jenis Alamat IPv6
IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:
       Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:

       Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet IPv6.

E. Kesimpulan
       IPv6 merupakan generasi terbaru yang sedang dikembangkan untuk menggunaan host pada jaringan yang lebih besar daripada IPv4.

F. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/IPv6

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com


Your IP Location

Recent

Loading...