-->

Welcome!

I am John Doe Web Designer Photography

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Perbandingan open source dan closed source

shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

1. Pengertian
  • Sumber terbuka (bahasa Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
  • Closed Source adalah sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, kelompok atau perusahaan tertentu dan sistem operasi ini tidak membuka secara umum kode programnya. Biasanya sistem operasi akan memerikan license kepada orang lain untuk dapat menjalankan program tersebut.

2. Latar Belakang

Untuk mengetahui apa pengertian dan perbedaan antara Open Source dan Close Source.

3. Maksud dan Tujuan

Mempunyai maksud dan tujuan agar pembaca ataupun saya tahu sistem operasi tidak hanya windows saja (maksud : Close Source).

4. Hasil yang Di Harapkan

Mampu berfikir kritis dan paham tentang Open Source dan Close Source.

B. Alat dan Bahan

  • PC/Laptop
  • Koneksi Internet (bila diperlukan)

C. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan

3 Jam (waktu yang diperlukan untuk sharing dan diskusi)

D. Proses Pelaksanaan Kegiatan
-->  Dari Segi Keuntungan dan Kelemahan
1. Keuntungan Open Source 

  • Lisensi gratis, meskipun ada yang berbayar biasanya tidak semahal Proprietary Software
  • Jumlah user tak terbatas.
  • Aplikasi dapat digandakan.
  • Kode sumber program terbuka, isinya dapat dilihat, dipelajari, dimodifikas dukungan ditangani oleh perusahaan atau komunitas.
2. Kelemahan Open Source 
  • Kompabilitas hardware tidak terjamin (terutama pada sistem operasi).
  • Masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan.
  • Interface terkadang tidak user friendly.
3. Keuntungan Close Source
  • Lisensi berbayar.
  • Jumlah user terbatas sesuai lisensi.
  • Aplikasi tidak boleh digandakan.
  • Kode sumber program tertutup, tidak dapat diketahui.
  • Support ditangani oleh perusahaan pembuat.
4. Kelemahan Close Source
  • Harga lisensi mahal, bahkan terkadang dapat melampaui harga komputer itu sendiri.
  • Beda versi terkadang juga beda lisensi sehingga harus mengeluarkan biaya kembali.
  • Kode sumber program tertutup sehingga memungkinkan adanya trojan dalam program.
  • Tidak dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
  • Jika pembuat software bangkrut, maka nasib layanan tidak jelas.
-->  Dari Segi Keamanan
1. Open Source 
  • Tahan akan serangan virus, tetapi bukan berarti Linux bebas dari virus, tapi virus itu tidak bisa berkembang seperti halnya virus pada Windows.
2. Close Source 
  • Lebih rentan terkena virus. Virus pada Windows mudah dengan cepat berkembang, karena sifat komersialnya (tertutup) dan Windows juga rentan terkena serangan hacker. 
-->  Dari Segi Tampilan
1. Open Source 
  • sistem operasi closed source seperti Linux, antar muka untuk user ada 2 bagian, Text User Interface (TUI) dan Graphical User Interface (GUI). Untuk TUI, tampilannya hanya warna hitam sebagai latar belakang dan tulisan yang berwarna putih. Sedangkan untuk GUI, ada 3 model desktop yang terkenal yaitu KDE, GNOME, dan Xfce. Ketiga desktop ini memiliki tampilan yang menarik dan dibangun sesuai kebutuhan. Untuk komputer dengan perangkat keras yang cukup tinggi levelnya dapat menggunakan KDE dan GNOME, namun untuk komputer tua, lebih disarankan menggunakan Xfce, karena minim terhadap resource komputer.
2. Close Source
  • Sistem operasi close source seperti Windows memiliki antar muka yang menarik dan mudah dipelajari, hal tersebut karena tampilannya yang user friendly.
-->  Dari Segi Sistem File
1. Open Source
  • ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs.
  • Membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi.
  • Tidak menggunakan istilah drive untuk device dan partisi, Yang digunakan adalah direktori biasa.
  • Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /). 
  • Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan menulis NTFS.
  • Ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting.
2. Close Source
  • Menggunakan FAT dan NTFS.
  • Tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive).
  • Menggunakan istilah drive untuk device dan partisi.
  • MyComputer sebagai root.
  • Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux.
  • Ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting.
"INGAT! SISTEM OPERASI OPEN SOURCE BUKAN BERARTI GRATIS!"

E. Hasil yang Di Dapatkan

Mampu mengetahui dan paham tentang Open Source dan Close Source.

F. Temuan Permasalahan
Belum menemukan masalah saat saya mempelajari dan memposting artikel ini

G. Kesimpulan
Sistem Operasi Open Source lebih cepat berkembang dari pada Sistem Operasi Closed Source, Hal ini disebabkan karena Open Source dapat di kembangkan oleh jutaan Developers.

H. Referensi dan Daftar Pustaka

IMPLEMENTASI MANUAL SUBNETING KELAS C

A.PendahuluanPada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang ip / subnetting gays. kenapa saya membahas ini karena kita sebagai nak jaringan mesti perlu paham begaimana cara subneting.

1.Pengertian
Subnetting adalah upaya/proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Gunanya Subnetting untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, Memperbanyak jumlah network (LAN), Mengurangi jumlah host dalam satu network, untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.

2.Latar Belakang
Subnetting merupakan bekal yang harus dimiliki dan dikuasai untuk masuk ke dunia IT

3. Maksud dan Tujuan
  • Mengajarkan  subneting IP Address kepada pembaca
  • Menjelaskan cara menghitung Subnet dari kelas A,B dan C
4. Hasil yang Diharapkan
Dapat menguasai ilmu subnetting dan mengajarkannya.

B. Jangka waktu pelaksanaan
Jam 08.00 sampai 16:00

C. Proses dan Tahapan Pekerjaan
Sebelum masuk peghitungan subnet kalian harus memahami tabel berikut agar mudah memahami.
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet mask pada IP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network Address dan Broadcast Address. Network address didefinisikan dengan menset seluruh bit host berharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host berharga 1. Seperti yang telah dijelasakan pada bagian sebelumnya, network address adalah alamat network yang berguna pada informasi routing. Suatu host yang tidak perlu mengetahui  address seluruh host yang ada pada network yang lain. Informasi yang dibutuhkannya hanyalah address dari network yang akan dihubungi serta gateway untuk mencapai network tersebut.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?   Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah : 11111111.11111111.11111111.00000000  (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

KELAS AKELAS BKELAS C
255.0.0.0255.255.0.0/16255.255.255.0/24
255.128.0.0/9255.255.128.0/17255.255.255.128/25
255.192.0.0/10255.255.192.0/18255.255.255.192/26
255.224.0.0/11255.255.224.0/19255.255.255.224/27
255.240.0.0/12255.255.240.0/20255.255.255.240/28
255.248.0.0/13255.255.248.0/21255.255.255.248/29
255.252.0.0/14255.255.252.0/22255.255.255.252/30
255.254.0.0/15255.255.254.0/23255.255.255.254/31

Nb : Subnetmask/CIDR

Sebuah network mask membantu kita untuk mengetahui yang mana bagian untuk network dan yang mana bagian untuk node. Class A, B, danC mempunyai default masks, yang sering disebut juga natural masks, yaitu:
–Class A: 255.0.0.0
–Class B: 255.255.0.0
–Class C: 255.255.255.0
Untuk melakukan subnet pada suatu network, tambahkan natural mask dengan beberapa bit yang diambil dari bagiannya host ID  untuk membuat sebuah subnet workID. Misal suatu Class C network  204.17.5.0 yang mempunyai suatu natural mask 255.255.255.0, kita dapat membuat contoh subnet seperti berikut:
204.17.5.0 = 11001100.00010001.00000101.00000000
255.255.255.224 = 11111111.11111111.11111111.11100000
Dengan membuat mask menjadi 255.255.255.224, kita telah mengambil bagian dari host address (3 bit)
Dan dibuat untuk subnet. Dengan 3 bit ini , memungkinkan kita membuat 8 subnets. Dengan sisa 5  host ID bits, masing-masing subnet dapat mempunyai sampai dengan 32 alamat host, hanya 30 yg dapat dipakai untuk node, karena 0 semua (0)  dan1 semua (255) tidak bisadigunakan. 0 semua untuk alamat network, 1 semua untuk keperluan broadcast. Berikut adalah alaamt subnetwork-subnetwork yang dapat dipakai dengan mengambil 3 bit tadi:
  • 204.17.5.0 -255.255.255.224 host address range 1 to 30
  • 204.17.5.32 -255.255.255.224 host address range 33 to 62
  • 204.17.5.64 -255.255.255.224 host address range 65 to 94
  • 204.17.5.96 -255.255.255.224 host address range 97 to 126
  • 204.17.5.128 -255.255.255.224 host address range 129 to 158
  • 204.17.5.160 -255.255.255.224 host address range 161 to 190
  • 204.17.5.192 -255.255.255.224 host address range 193 to 222
  •  204.17.5.224 -255.255.255.224 host address range 225 to 254
mask 255.255.255.224 dapat disebut juga sebagai /27 karena menggunakan 27 bits untuk mask.  Dengan cara ini network dapat dituliskan dalam bentuk notasi prefix/length. contohnya,  204.17.5.32/27 sama dengan 204.17.5.32/255.255.255.224
Contoh Soal tentang Subnet :
  1. subnetmask apa yang sebaiknya digunakan dengan batasan jumlah host atau subnet yang ditentukan dalam soal. Untuk menjawab soal seperti ini kita gunakan rumus menghitung jumlah host per subnet, yaitu 2y – 2, dimana y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnetmask. Dan apabila yang ditentukan adalah jumlah subnet, kita menggunakan rumus 2x pada oktet terakhir subnetmask.
  2. Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  • Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.

  • Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host.

  • Blok Subnet = 256 – 192 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.

  • Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255


  1. kita coba satu soal untuk Kelas B dengan network address  172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18  berarti :
11111111.11111111.11000000.00000000  (255.255.192.0).
Penghitungan:
  • Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya    binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4   subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  • Blok Subnet = 256 – 192 (192 adalah nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64    + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
  • Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
Host Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
Host Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16..255.255
  1. Bagaimana dengan network  address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25  berarti :
11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
– Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
– Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
– Blok Subnet = 256 – 128 = 128.
– Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255

  1. Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama  saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16  berarti :
11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  • Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65.534 host
  • Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya:    0,1,2,3,4, etc.
  • Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet10.0.0.010.1.0.010.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.110.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.25410.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.25510.254.255.25510.255.255.255

contoh untuk subneting manual kelas :
ip : 192.168.12.12/26
untuk melakukan subneting kali ini kita memerlukan langkah - langkah, yaitu:
a. menentukan netmask ip
b. menentukan network dan host ip
c. menentukan blok
d. menentukan ip network, ip awal, ip akhir, dan ip bc

pernyataan :
ip : 192.168.12.12/26
11111111.11111111.11111111.110000
hints : kenapa ada 26 angka 1. itu karena prefix pada ip ini sebanyak 26
netmask : 255.255.255.192
N -> 1 = 2^2 = 4
H -> 0 = 2^6 = 64 -2 = 62
hints : di kurag dua karena buat ip network dan ip BC
hints : disini Network (N) itu hitungan angka 1, dan Host (H) itu hitungan angka 0
Blok = 0 64
ip network  = 192.168.12.0
ip awal        = 192.168.12.1
ip akhir       = 192.168.12.62
ip BC           = 192.168.12.63

hints : rumus mencari ip di atas adalah
ip network = angka pertama dalam blok
ip awal       = angka pertama alam blok di tambah (+) 1 satu
ip akhir      = angka kedua dalam blok di kurang (-) 2 dua
ip BC          = angka kedua dalam blok di kuran (-) 1 satu

D. Hasil yang Didapatkan
Memahami subnetting IP Address

E. Temuan masalah
kesulitan memahami  banyaknya host dalam setiap blok subnet kelas A dan B

F. kesimpulan yang Didapatkan
Subnetting merupakan metode pembagian Ip address agar tidak terjadi tabrakan pada lalu lintas jaringan.

Point to point dengan UBIQUITI (Station side)

A. Pengertian
Ubiquiti Networks adalah perusahaan teknologi Amerika yang dimulai pada tahun 2005. Berbasis di San Jose, California , Ubiquiti memproduksi produk komunikasi data nirkabel untuk perusahaan dan penyedia layanan broadband nirkabel dengan fokus utama pada pasar yang kurang terlayani dan yang sedang berkembang.

B. Latar Belakang
Kebutuhan media tranmisi jarak jauh

C. Maksud dan Tujuan
Bisa Menerapkan wireless konsep dan bisa menangkap signal dari sisi AP

D. Alat dan Bahan
~ Ubiquiti Power Beam M2 (Station side)
~ Ubiquiti NanoStation M2 (AP Side)
~ Laptop
~ Kabel LAN

E. Durasi Pelaksanaan
7 Menit

F. Tahap Pelaksanaan
1. Konfigurasikan IP laptop dengan IP yang satu network dengan UBNT , IP Default dari UBNT adalah : 192.168.1.20. Jika sudah buka di web Browser dengan IP default, kemudian masukan username: ubnt dan password:ubnt dan konfigurasikan juga countrynya yaitu indonesia lalu login

2. Kemudian ubah identitinya di menu system, lalu pada time zone pilih sesuai zona waktu.dan enable pada startup date, kemudian sesuaikan tanggalnya, jika sudah change dan apply maka radio UBNT akan merestart sendiri
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

3. Lalu untuk merubah IP address dari UBNT kita bisa melakukan di tab menu NETWORK
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

maka kita akan di suruh login kembali dengan ip yang sudah kita konfigurasi .

4. Jika sudah kemudian pindah ke tab WIRELESS pilih mode station, dan pilih AP di menu SELECT di samping kolom ssid kemudian Lock to AP di sisi AP .

5. Kemudian enable pada Frequency Scan lalu pilih frequency mana yang akan di tangkap, samakan Frequency dengan AP
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

jika sudah change kemudian apply
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

6.  kemudian kita ke tab Logo UBNT, dan pilih airMAX-nya menjadi high, dan airView Portnya buat sama dengan sisi AP, lalu change --> apply
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

7. Jika sudah kita bisa chek di Tab menu main disitu akan terlihat informasi-informasi dari kekuatan signal.
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

8. Kita juga bisa meremote sisi AP dengan cara di pojok kanan atas ada tool kita pilih discovery kemudian kita klik pada IP dari AP maka kita akan di arahkan ke halaman login dari AP
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

G. Kesimpulan
Kita bisa bertukan data dengan media perantara wireless meskipun jaraknya cukup jauh

H. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Ubiquiti_Networks

Point To Point dengan Ubiquiti (AP SIDE)

Protokol Point-to-Point (PPP) adalah protokol data link (layer 2) yang digunakan untuk membangun hubungan langsung antara dua node. Ini menghubungkan dua router secara langsung tanpa host atau perangkat jaringan lainnya di antaranya, dan jaraknya biasanya cukup jauh, UBIQUITI merupakan sebuah perusahaan yang mengkhususkan produksinya pada produk – produk wireless. Perusahaan yang berbasis di San Jose, California, Amerika ini telah beroperasi sejak tahun 2005. Sejak saat ini, mereka terus melakukan inovasi pada produk – produknya sehingga bisa mendunia seperti saat ini. Produk – produk wireless dari Ubiquiti sudah dikenal dan digunakan di banyak perusahaan, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya di seluruh dunia. Saat ini, berbagai produk dari perusahaan ini juga telah masuk ke pasaran Indonesia. Salah satunya adalah Akses point outdoor UBIQUITI. Ubiquiti Networks memiliki cukup banyak pilihan dalam kategori akses point outdoor UBIQUITI. Ada tujuh produk utama yang mengkhususkan tipenya pada akses point outdoor, yaitu; PicoStation M, UniFi AP AC Outdoor, Rocket M, UniFi AP AC PRO, UniFi AP AC, UniFi AC, dan UniFi AP

Tahapan Konfigurasi:
1. Konfigurasikan IP laptop dengan IP yang satu network dengan UBNT, IP Default dari UBNT adalah : 192.168.1.20
2. Jika sudah buka di web Browser dengan IP default, kemudian masukan username: ubnt dan password: ubnt dan konfigurasikan juga countrynya yaitu indonesia lalu login
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

3. Kemudian ubah identitinya di menu system, lalu pada time zone pilih sesuai zona waktu.dan enable pada startup date, kemudian sesuaikan tanggalnya, jika sudah change dan apply maka radio UBNT akan merestart sendiri 
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

4. Lalu untuk merubah IP address dari UBNT kita bisa melakukan di tab menu NETWORK
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

5. nanti kita akan keluar dan harus login lagi
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

6. setelah itu kita masuk ke TAB Wireless, ubah modenya menjadi Access Point, rubah SSIDnya, country pilih Indonesia, ubah juga frekuensi yang kosong, lalu enable pada frekuensi list, pilih frekuensi yang dipilih tadi dan setting security wifinya.
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

7. lalu pindah ke TAB paling kiri, lalu enable kan airMAX bertujuan agar perangkat apapun yang tidak mempunyai airMAX tidak bisa connect, jangan lupa ganti port airMAXnya agar tidak sembarang orang bisa menyambung.
shell,linux,linux indonesia,mikrotik,mikrotik indonesia, freebsd,freebsd indonesia,kpli klaten,BLC Telkom Klaten, icar, sibunglonganteng

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com


Your IP Location

Recent

Loading...