-->

Welcome!

I am John Doe Web Designer Photography

View Work Hire Me!

About Me

Web Design
Branding
Development
Who am i

John Doe.

Professional Web Designer

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora.

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat condimentum velit class aptent taciti sociosqu ad litora torquent metus metus ullamcorper vel tincidunt sed class aptent taciti sociosqu ad litora .

Services

Web Design

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

File Sharing Linux dengan Samba | Konfigurasi Samba di Linux Debian

A. Pendahuluan.
Samba adalah software service pada linux yang digunakan untuk sharing file pada sebuah Jaringan yang terhubung satu sama lain.
B. Latar Belakang.
Membuat File Sharing menggunakan Samba di Linux.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membuat File Sharing menggunakan Samba.
D. Pembahasan.
Sharing File di linux menggunakan packet yang bernama Samba. Samba digunakan untuk Sharing file pada sebuah Jaringan. Samba digunakan untuk mempermudah untuk membagikan suatu file pada satu komputer ke komputer.

Konfigurasi Samba di Linux:
  1. Install packet Samba dengan menggunakan perintah.
    $sudo apt-get install samba
    
  2. Tekan y untuk melanjutkan Installasi. tunggu Proses sampai Selesai.
  3. Setting samba konfigurasi dengan mengedit file smb.conf.
    $sudo nano /etc/samba/smb.conf
  4. Lalu tambahkan script dibawah setelah [printers]. contoh script.
    [FIRDA] (Nama Tampilan Samba)
      guest ok = yes (untuk mendifinisikan bahwa guest diperbolehkan)
      path = /var/spool/Firdamaulana (Letak Folder samba)
      read only = no (Permission untuk mengedit file / Write) 
      create mask = 0700 (permission hak akses)
      broweable = yes (permission ditampilkan)
    
    NB : Kesalahan foto *FIRDAMAULANA = FIRDA
  5. Terakhir restart samba dengan perintah.
    $sudo /etc/init.d/samba restart
  6. Lalu check samba pada file menager Client dibagian Network sharing.
    
    
E. Kesimpulan.
Samba mempermudah Sharing file dalam sebuah jaringan yang bisa diakses oleh anggota jaringan
F. Referensi.
    -

DHCP Server Linux | Konfigurasi DHCP Server Linux

A. Pendahuluan.
DHCP service digunakan ketika membuat jaringan besar karena dibutuhkan IP Address yang banyak dan tidak mungkin mengkonfigurasi IP Address satu per satu pada setiap device atau Konputer.
B. Latar Belakang.
Untuk menagement IP Address yang terpusat.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membuat service DHCP untuk memagement IP Address terpusat.
D. Pembahasan.
DHCP (Dynamic Host Configurations Protocol) adalah Protokol yang digunakan untuk memanagemen IP Address yang terpusat. Jadi DHCP sebuah service pada Server yang digunakan untuk menyediakan IP Address yang nantinya didistribusikan ke Client untuk digunakan, dan pastinya IP Address yang didistribusikan sudah dikonfigurasi sedemikian mungkin agar semua dapat dipakai dan bisa untuk berkomunikasi. DHCP biasanya diperlukan ketika membuat Jaringan yang memerlukan IP Address banyak agar mempermudah pendistribusian IP Address. Pada Linux sudah disediakan Packet yang digunakan untuk memberikan service DHCP Server.

Konfigurasi DHCP Server :
  1. Install Packet DHCP Server menggunakan perintah.
    $sudo apt-get install isc-dhcp-server
    
  2. Tunggu Proses sampai selesai installasi.
  3. Setelah selesai tinggal menyetting DHCP Servernya edit document configurasi dengan cara.
    $sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
    
  4. Lalu Edit pada bagian bawah "# A slightly different configuration for an internal subnet."berikut :
    NB : Hilangkan tanda # seperti dibawah ini :
    subnet 15.15.15.0 netmask 255.255.255.0 { (Network ID dan Subnetmask)
      range 15.15.15.16 15.15.15.254; (range IP Address)
     #option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
     #option domain-name "internal.example.org";
     #option routers 10.5.5.1;
     #option broadcast-address 10.5.5.31;
     #default-lease-time 600;
     #max-lease-time 7200;
    }
    
  5. Terakhir Restart DHCP Server dengan perintah.
    $sudo /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
    
  6. Lalu check pada Client apakah sudah mendapat IP Address dari DHCP yang dibuat tadi atau tidak. Sebelum itu Ubah mode pada Network interface ke DHCP.
NB :
  • Untuk konfigurasi diatas adalah konfigurasi dasar daripada DHCP yang dimana belum disetting DNS Server, Routing, dan Waktunya.
  • Jika IP Address yang terkonfigurasi pada DHCP Server disesuai dengan IP Address yang disetting pada Server akan terjadi error pada saat nanti Start service DHCP Servernya, Jadi harus teliti.
E. Kesimpulan.
DHCP Server dibutuhkan ketika membuat Jaringan dengan lingkung besar yang membutuhkan banyak IP Address agar mempermudah konfigurasi IP Address.
F. Referensi.
     -

IP Address pada Linux | Setting IP Static Linux turunan Debian

A. Pendahuluan.
Penyetingan IP Address diperlukan ketika komputer atau device digunakan untuk komunikasi pada suatu Jaringan. Dan itu diharuskan menggunakan Subnet yang sama atau kalo tidak ada Router yang menghubungkan pada suatu Jaringan.
B. Latar Belakang.
Mengkonfigurasi IP Address digunakan untuk komunikasi pada suatu Jaringan.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa mengkonfigurasi IP Address pada Linux.
D. Pembahasan.
Internet Protocol ( IP address ) adalah label numerik yang ditugaskan untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer yang menggunakan Internet Protocol untuk komunikasi. Sebuah alamat IP melayani dua fungsi utama: host atau identifikasi antarmuka jaringan dan pengalamatan lokasi. Untuk Setting IP Addresss ada beberapa cara yaitu static dan Dymanic.
Konfigurasi IP Addresss Static :
  1. Untuk setting IP Static pada Debian atau linux Turunan Debian pada terminal ketik perintah.
     $sudo nano /etc/network/interfaces 
  2. Lalu tambahkan Script untuk menambah IP Address Static. Contoh:
    allow-hotplug eth0 (interface yang digunakan)
           address 15.15.15.15 (IP Address yang digunakan)
           netmask 255.255.255.0 (Subnetmask IP Address)
           network 15.15.15.15.0 (Network ID)
    
       ~~~~~ Diatas adalah menambah IP Address static yang harus ada ~~~~~
    
  3. Lakukan restart network pada Linux dengan perintah.
    $sudo /etc/init.d/networking restart
    
  4. Setelah direstart check IP Address Linux.
    $ifconfig
    
NB : Jika interface yang kamu set pada /etc/network/interface salah nama akan terjadi error pada saat merestart Network jadi untuk itu diharuskan ketelitian.

E. Kesimpulan.
IP Address static di setting secara manual dan harus menghitung dan menyesuaikan dengan jaringan yang terhubung.
F. Referensi.
    -

Routing Switch Cisco | Konfigurasi Routing Switch Cisco

A. Pendahuluan
Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya. Komunikasi antar jaringan pada layer 3 biasa menggunakan piranti Router yang umum digunakan untuk komunikasi antar site lewat WAN Cloud.
B. Latar Belakang

Dengan menggunakan Switch Layer 3 kita sudah bisa menggunakan routing tanpa harus kita memberikan Router.
C. Maksud dan Tujuan

Switch layer-3 beroperasi pada layer-3 dari model OSI dasar teknologi routing. Switch tipe ini membangun koneksi logika antar port berdasarkan alamat jaringan. Switch-switch ini dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda di dalam suatu internetwork. switch layer-3 kadang-kadang di sebut Switch routing atau switch multilayer.
D. Pembahasan
Konfigurasi Routing switch
  1. Sebelumnya siapkan topologi seperti gambar dibawah ini, disini saya mengguanakn Switch layer 3.
  2. Kita konfigurasi pada Switch
*Disini kita membuat/mendefinisi Vlannya terlebih dahulu

Switch#conf t

Switch(config)#vlan 10

Switch(config-vlan)#name TKJ

Switch(config-vlan)#ex

Switch(config)#vlan 20

Switch(config-vlan)#name RPL

Switch(config-vlan)#ex


Switch(config)#vlan 30

Switch(config-vlan)#name MULTIMEDIA

Switch(config-vlan)#ex




*Sekarang kita daftarkan port ke Vlannya

S1(config)#int fa0/1

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 10

S1(config-if-range)#exit

S1(config)#int fa0/2

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 20

S1(config-if-range)#exit

S1(config)#int fa0/3

S1(config-if-range)#switchport mode access

S1(config-if-range)#switchport access vlan 30

S1(config-if-range)#exit

3. Kemudian yang paling terpenting dari konfigurasi Switch layer 3 yaitu kita routing dengan memasukkan perintah

S1(config)#ip routing 

4. Kemdian coba kirimkan pesan pada masing-masing PC maka hasilnya akan berhasil seperti gambar dibawah ini :


E. Kesimpulan
Dengan menggunakan Layer 3 Switching memungkinkan komunikasi antar VLAN atau antar segmen jaringan dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan komunikasi kabel Ethernet pada umumnya.
F. Referensi

VTP Cisco | Konfigurasi VTP di Cisco

A. Pendahuluan
          Untuk membuat VLAN jika menggunakan VTP akan lebih mudah karena akan terpusat dan mendistribusi.
B. Latar Belakang
          Dengan menggunakan teknik ini Network Enginer bisa mempersingkat waktunya untuk konfigurasi jaringan karena kita bisa konfigurasi pada banyak switch hanya dengan konfigurasi 1 switch.
C. Maksud dan Tujuan
         VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
D. Pembahasan
         VTP adalah suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).

Konfigurasi VTP :
1. Sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar di bawah.
2. Kemudian konfigurasi Hostname pada masih-masing Switch dengan memasukkan perintah :
Konfigurasi Switch pada Server
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Server
Switch(config)#exit
Konfigurasi Switch pada Transparent
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Transparent
Switch(config)#exit
Konfigurasi Switch pada Client
Switch>
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname Client
Switch(config)#exit

3. Kemudian konfigurasi VTP pada masing-masing Switch dengan memasukkan perintah :
Konfigurasi Switch Server
Server(config)#vtp domain ngoprakit
Server(config)#vtp password ngoprakit
Server(config)#vtp mode server
Konfigurasi Switch Transparent
Transparent(config)#vtp domain ngoprakit
Transparent(config)#vtp password ngoprakit
Transparent(config)#vtp mode Transparent
Konfigurasi Switch Client
Client(config)#vtp domain ngoprakit
Client(config)#vtp password ngoprakit
Client(config)#vtp mode Client

4. Kemudian cek VTP pada masing-masing switch untuk cek VTP :
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
 
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
Kemudian masukkan perintah show vtp status.
5. Kemudian buat Vlan pada masing-masing
Kemudian coba tambahkan Vlan pada Server dengan memasukkan perintah :
Server(config)#vlan 10
Server(config-vlan)#name TKJ
Server(config-vlan)#exit
Server(config)#vlan 20
Server(config-vlan)#name HW
 Kemudian coba tambahkan Vlan pada Transparent dengan memasukkan perintah :
Transparent(config)#vlan 30
Transparent(config-vlan)#name MLN
Transparent(config-vlan)#exit
Transparent(config)#vlan 40
Transparent(config-vlan)#name FRD
Kemudian coba tambahkan Vlan pada Client dengan memasukkan perintah :
Client(config)#vlan 50
Client(config-vlan)#name SEKOLAH
Client(config-vlan)#exit
Client(config)#vlan 60
Client(config-vlan)#name RUMAH
*nanti pasti pada client akan gagal karena Client tidak ada akses untuk membuat Vlan
6. Kemudian cek apakah terdapat Vlan yang di buat pada masing-masing.
E. Kesimpulan
         Dengan menggunakan VTP ini kita bisa mempermudah konfigurasi kita tentang Switch.
F. Referensi
    -

Trunking VLAN Cisco | Konfigurasi Trunking VLAN Cisco

A. Pendahuluan
         Pembangunan Jaringan Menggunakan Cisco bisa dibuat Virtual jaringan pada 1 device Cisco yang disebut VLAN dan VLAN bisa dimanfaatkan menjadi VLAN Trunking.
B. Latar Belakang
Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri.

C. Maksud dan Tujuan

Sekarang kita coba untuk membuat vlan dengan 2 switch. Yang nantinya Vlan yang sama dapat saling ping , meskipun berbeda switch. Jadi intinya adalah kita akan membuat vlan yang sama antar switch dapat saling ping , namun tetap yang berbeda vlan tidak dapat saling ping.

D. Pembahasan
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini.

Konfigurasi VLAN Trunking :
1. Sebelumnya siapkan terlebih dahulu topologi seperti gambar dibawah ini :

2. JIka sudah sekarang kita konfigurasi pada kedua Switchnya dengan langkah seperti gambar dibawah ini :
3. Kemudian kita masuk ke Switch 1 dan masukkan perintah berikut ini :
Switch(config)#int fa1/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10 
Switch(config-if-range)#ex 
Switch(config)#int fa2/1 
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 
Switch(config-if-range)#ex
4. Kemudian kita masuk ke Switch 2 dan masukkan perintah berikut ini :
Switch(config)#int fa1/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10 
Switch(config-if-range)#ex 
Switch(config)#int fa2/1 
Switch(config-if-range)#switchport mode access 
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 
Switch(config-if-range)#ex
5. Kemudian yang paling penting dalam konfigurasi Trunking ini adalah kita Trunk antara switch agar vlan bisa berkomunikasi dengan memasukkan perintah 
Konfigurasi pada Switch 1 :
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config)#exit 
Konfigurasi pada Switch 2 :
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config)#exit
6. Konfigurasi pada PC Cliennya, pada area Vlan 10 dengan IP 192.168.1.0/30 seperti gambar di bawah ini :
7. Kemudian untuk PC Vlan 20 saya memasukkan IP 192.168.2.0/30 seperti gambar dibawah ini.
8. Check koneksi dengan cara PING.

G. Kesimpulan
Jadi dengan menggunakan teknik ini akan lebih menghemat jumlah port pada switch dan lebih mudah konfigurasinya.
F. Referensi
     -

SSH & Telnet Cisco | Konfigurasi SSH & Telnet (Ios Command) Cisco.

A. Pendahuluan.
Membuat IOS Command security pada cisco yang dilakukan untuk sebuah remote dan keamanan pada perangkat cisco.
B. Latar Belakang.
Untuk mengamankan perangkat cisco.
C. Manfaat dan Tujuan.
Agar bisa membuat SSH dan Telnet di Cisco
D. Pembahasan.
Setting Security SSH & Telnet penting untuk menjaga keamanan pada sebuah perangkat Jaringan seperti cisco ataupun perangkat lainnya.
Konfigurasi SSH & Telnet serta Security:
  1. Sebelumnya siapkan terlebih topologi seperti gambar berikut :
  2. Setelah membuat topologinya sekarang kita coba beri nama pada masing-masing perangkat dengan memasukkan perintah hostname.
    Konfigurasi hostname pada Switch
    Switch>
    Switch>en
    Switch#conf t
    Switch(config)#hostname SW1
    SW1(config)# 
    
    Konfigurasi hostname pada Router
    Router>
    Router>en
    Router#conf t
    Router(config)#hostname R1
    R1(config)#
    
  3. Kemudian coba kita buat password untuk Telnetnya agar nanti jika di remot orang itu harus memasukkan password biar tidak mudah di remot orang sembarangan.
    Konfigurasi password Telnet pada Switch
    SW1(config)#line vty 0 4
    SW1(config-line)#password ngoprakit
    SW1(config-line)#login
    
    Konfigurasi password Telnet pada Router
    R1(config)#line vty 0 4
    R1(config-line)#password ngoprakit
    R1(config-line)#login
    
  4. Kemudian Berikan password pada saat berpindah
    Konfigurasi password pada Switch
    SW1(config)#enable secret ngoprakit
    
    Konfigurasi password pada Router
    R1(config)#enable secret ngoprakit 
  5. Juga bisa memberikan password pada kabel Console dengan perintah :
    Konfogurasi password Console pada Switch
    SW1(config)#line console 0
    SW1(config-line)#password ngoprakit 
    SW1(config-line)#login
    SW1(config-line)#
    
  6. Kemudian kita konfigurasi 'IP pada masing-masing perangkatnya dengan perintah :
    Konfigurasi pada Router
    R1#conf t
    R1(config)#int fa0/0
    R1(config-if)#ip addr 192.168.1.1 255.255.255.0
    R1(config-if)#no sh
    R1(config-if)#ex
    
    Konfigurasi pada Switch
    SW1(config)#int vlan 1
    SW1(config-if)#ip addr 192.168.1.2 255.255.255.0
    SW1(config-if)#no sh
    SW1(config-if)#exit
    SW1(config)#ip default-gateway 192.168.1.1
    SW1(config)#exit
    
    Konfigurasi pada PC
  7. Untuk caranya bagaimana menggunakan SSH dan TELNET sebagai berikut :
    TELNET = telnet ip tujuan contoh telnet 192.168.1.1 dan kemudian tekan ENTER.

E. Kesimpulan.
SSH & Telnet digunakan untuk remote dan keamanan Perangkat Cisco agar lebih aman dan mudah.
F. Referensi.
    -

Contact Us

Phone :

+20 010 2517 8918

Address :

3rd Avenue, Upper East Side,
San Francisco

Email :

email_support@youradress.com


Your IP Location

Recent

Loading...